Warga Madura Curi Start Hindari Swab, Lewati Suramadu Dini Hari

oleh -46 views


tribunpagi.com–Ketersediaan kamar rumah sakit di Surabaya atau bed occupancy rate kembali menurun. Per Jumat (11/6), BOR Surabaya angkanya naik, berada di angka 37 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan, kenaikan itu juga dipengaruhi kondisi Covid-19 di Bangkalan yang kembali meningkat.

”Dari Minggu sampai lima hari ini, sudah di-swab 15.524 orang. Positif antigen 316 orang. PCR positif 130 orang. Yang positif PCR langsung dirujuk ke RS Lapangan Indrapura,” jelas Febria Rachmanita pada Jumat (11/6).

Tidak hanya di RSLI, pasien lain juga dirujuk ke beberapa RS rujukan lain. Di antaranya RS Husada Utama dan RSUD Soetomo.

Dia mengungkapkan, kini warga Madura yang akan masuk Surabaya memiliki taktik khusus untuk lolos dari tes swab. Tes tersebut dilakukan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

”Nah, kemarin (10/6), mereka mau masuk jam 1 malam karena menurut mereka sepi nggak ada yang lewat. Sekarang mereka datang jam 1 malam ke atas. Padahal kita masih di situ. Sampai jam 3 pagi ramai,” jelas Febria Rachmanita.

Otomatis pihaknya juga akan mengubah taktik. Dinkes Surabaya menambah nakes pada jam tersebut.

”Sekarang jam 12 malam sampai jam 6 pagi lebih banyak nakes. Karena antisipasi lolos ya. Nanti jam-jam itu sudah diketatkan lagi,” ujar Febria Rachmanita.

Dia mencontohkan, pada pukul 1 dini hari pada Kamis (10/6) hingga pukul 3 dini hari tercatat ada 500 kendaraan yang lewat. ”Dari pagi sampai siang hari ini sekitar 2.000 kendaraan. Sehari sekitar 4.000–6.000. Satu sif itu nakesnya ada 100 orang,” kata Febria Rachmanita.

Pengendara yang lewat itu, lanjut Febria Rachmanita, merupakan warga asal Madura. Sehingga, dia meminta warga Surabaya dan Madura untuk lebih berhati-hati. ”Mohon 5M diterapkan. Protokol kesehatan dimasifkan lagi,” ucap Febria Rachmanita.



Source link