Pandemi Jadi Alasan Timothy Tak Bayarkan Dividen Investasi Rp 20 M

oleh -45 views


tribunpagi.com – Pandemi covid-19 memang menjadi alasan bagi pengusaha mengalami goncangan. Ada juga menjadikan alasan yang dicari-cari jika terseret hukum.

Seperti halnya Timothy Tandiokusuma, terdakwa kasus dugaan penipuan dana investasi sebesar Rp 20 miliar. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Rabu (9/6), Timothy dalam pleidoinya mengaku terdampak pandemi dalam menjalankan bisnis investasi kripto.

Timothy mengaku dirinya tidak bisa menjalankan kewajibannya membayar dividen dan mengembalikan investasi kepada mitra bisnisnya karena terdampak pandemi. Para rekan bisnisnya adalah korban dari Timothy.

“Saya mulai terdampak pandemi itu di bulan Februari atau Maret 2020. Berhentinya (pembayaran) bunga juga di tanggal tersebut. Tapi memang dari November (2019) ada satu, dua, kontrak yang memang tidak terbayar sampai bulan Februari-Maret (2020),” terang Timothy persidangan.

SF, korban atas dugaan penipuan investasi membantah pembelaan Timothy. Korban yang hadir di dalam ruang persidangan itu menegaskan, pihaknya melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian karena merasa ditipu dengan janji-janji Timothy.

Sejak November 2019, jauh sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi situasi pandemi covid-19, Timothy sudah tidak menjalankan kewajibannya sesuai kontrak yang disepakati. Hal itu yang kemudian membuat SF terpaksa lapor polisi dengan dugaan pelanggaran pidana. Ketika itucek penjamin yang seharusnya menjamin uang investasinya, justru tidak bisa dicairkan.

“Selain tidak bayar kewajibannya, saya juga ditipu dengan cek jaminan yang diberikan. Cek itu tidak bisa dicairkan karena rekening terlapor ternyata sudah diblokir,” ujar SF usai persidangan.

Menurut dia, jaminan seharusnya menjamin uang investasi agar aman, jika suatu saat kondisi yang tidak diinginkan terjadi. “Kalau ternyata tidak bisa menjamin apa-apa, untuk apa cek jaminan itu ada? Kalau jaminan yang dijanjikan ternyata tidak bisa menjadi penjamin uang saya kembali itu kan sudah menipu artinya,” terang SF.

Baca juga: Diduga Gelapkan Dana Rp 20 M, Timothy Dituntut 8 Tahun Penjara

SF meyakini jaksa penuntut umum (JPU) dapat membuktikan adanya pelanggaran pidana dalam kasus yang menimpanya. Dia berharap hakim dapat menilai dengan bijak adanya unsur pidana sesuai dakwaan yang dilayangkan. Karena, tuntutan pidana yang dilayangkan sudah memiliki bukti kuat yang akan disertakan dalam sidang berikutnya.

“Bukti-bukti saya lengkap. Tunggu saja sidang selanjutnya. Jaksa pasti membeberkan semua faktanya,” tandas SF.



Source link