Vaksin Sinovac 80 Persen Cegah Kematian Lansia Usai 14 Hari Disuntik

oleh -33 views


tribunpagi.com – Peneliti Brasil memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 lansia di Brasil telah mengurangi kematian secara signifikan meski varian baru virus telah menyebar. Penelitian itu termasuk melihat efektivitas vaksin Sinovac. Seperti diketahui, dua pertiga populasi di Brasil diberikan vaksin dari Tiongkok tersebut.

“Vaksin tersebut mungkin telah mencegah 14 ribu kematian di antara mereka yang berusia di atas 80 tahun,” ungkap para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan di Harvard dan Universitas Pelotas Federal Brasil seperti dilansir South China Morning Post.

Studi baru yang diterbitkan di situs pracetak MedRxiv.org, yang belum ditinjau oleh sejawat, muncul ketika banyak negara sedang berjuang melawan lonjakan Covid-19 baru. Para ilmuwan berlomba untuk mengukur dampak vaksin.

Baca juga: Ahli Australia Puji Sinovac Manjur Cegah Infeksi Covid-19 yang Berat

Temuan tersebut juga dapat menjelaskan perlindungan yang ditawarkan dari vaksin oleh Sinovac Biotech, yang menyumbang lebih dari tiga perempat dosis yang diberikan di Brasil dan saat ini sedang ditinjau izinnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tingkat kemanjuran vaksin sebesar 50,7 dalam uji klinis Brasil hanya sedikit melampaui persyaratan WHO untuk mencegah gejala Covid-19. Tetapi para ahli mengatakan peran vaksin dalam memerangi Covid-19 juga terkait dengan seberapa baik vaksin itu dapat mencegah penyakit serius dan kematian, terutama di antara orang dewasa yang lebih tua dan yang lebih rentan terhadap penyakit tersebut.

Baca juga: Dipuji Manjur Lawan Covid-19, Eropa Mulai Lirik Vaksin Sinovac

Studi terbaru di Brasil menganalisis 171.454 kematian terkait dengan Covid-19 dari awal tahun hingga pertengahan April. Para peneliti menemukan bahwa pada Januari, angka kematian di atas umur 90 tahun adalah 20 kali lipat dari orang di bawah 79 tahun. Tetapi rasio itu mulai menurun pada Februari di tengah upaya vaksinasi.

Pada April, angka kematian di atas usia 90 tahun adalah delapan kali lipat dari angka kematian di bawah 79 tahun. Fenomena serupa diamati di antara lebih dari usia 80 tahun, dengan tingkat kematian komparatif berkurang hampir setengahnya.

Baca juga: WHO Yakin Vaksin Sinovac Manjur, tapi Terbatasnya Data Picu Keraguan

“Temuan itu bertepatan dengan kampanye vaksinasi yang kuat yang menargetkan lansia di mana lebih dari 90 persen orang di atas 80 tahun telah menerima setidaknya satu dosis pada pertengahan Maret,” kata para peneliti.

Coronavac dari Sinovac menyumbang 77 persen dari vaksinasi, dibandingkan dengan 16 persen yang menggunakan vaksin AstraZeneca. Kedua vaksin tersebut membutuhkan suntikan dua dosis. Sekitar setengah dari populasi telah menerima dua dosis vaksin Sinovac pada akhir penelitian, yang berarti sebagian besar belum terlindungi sepenuhnya.

“Kami menemukan bukti bahwa meski penyebaran varian P1 menyebabkan peningkatan kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan pada semua usia, proporsi kematian di antara lansia mulai turun dengan cepat sejak paruh kedua Februari,” kata para peneliti.

“Penjelasan yang paling mungkin adalah peningkatan pesat dalam cakupan imunisasi pada kelompok usia ini,” tambah mereka.

Data tersebut mengikuti studi oleh pemerintah Cile sebelumnya yang mencakup 11 juta orang. Ditemukan kematian terkait Covid-19 jauh lebih rendah di antara orang-orang yang telah divaksinasi, yang sebagian besar telah menerima vaksin Sinovac.

Suntikan Dosis Kedua Bekerja Setelah 2 Pekan

Para peneliti memperkirakan 14 hari setelah dosis kedua suntikan vaksin Sinovac, 80 persen efektif mencegah kematian. Tren semacam itu telah diamati dalam konteks lain di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat, penghuni panti jompo termasuk yang pertama menerima vaksin yang dibuat oleh Moderna atau Pfizer-BioNTech. Dan hasilnya terjadi penurunan kematian yang signifikan pada kelompok ini, bahkan ketika jumlah itu meningkat pada populasi umum.

Lalu sebuah penelitian di dua rumah sakit Inggris menunjukkan vaksin AstraZenca membantu mencegah rawat inap di antara orang-orang di atas 80 tahun. Sehingga membantu meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin dengan mengisi kekosongan pada data yang tersedia.



Source link