Legislator Gerindra Sulit Percaya Novel Baswedan Tak Lolos Tes ASN

oleh -16 views


tribunpagi.com – Penyidik senior Novel Baswedan dan puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tidak lolos menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sehingga akan diberhentikan per 1 Juni 2021 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR Habiburokman mengaku sulit untuk percaya Novel Baswedan tidak lolos seleksi ASN tersebut. Sebab latar belakang dia adalah seorang polisi yang telah melewati banyak tes.

“Pak Novel itu kan alumni Akpol saya pikir ketika masuk Akpol ada pendidikan berjenjang, ada sespimen mungkin sudah diikuti. Tapi kok kayaknya sulit kalau enggak lulus,” ujar Habiburokman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/5).

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mendorong supaya yang melakukan tes tersebut untuk membuka hasil testnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik. “Kita dorong untuk transparan saja hasil tesnya. Seperti dulu jaman kuliah,” katanya.

Habirokman menuturkan usai Idulfitri nanti, Komisi III DPR bakal menggelar rapat dengan pimpinan KPK. Nantinya akan disinggung bisa atau tidak Novel Baswedan mengikuti tes ulang. “Pasti nanti ada pertemuan dengan KPK ketika masa sidang besok habis Lebaran, kita ingin tanya persoalan tes tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan pegawai KPK diduga tidak lolos tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN. Mereka terancam diberhentikan pada 1 Juni mendatang. ’’Sekitar 70–80 nggak lolos,” ucap sumber internal.

Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto.

Kemudian, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 



Source link