KPK Telisik Dugaan Pengurusan Perkara di Pemkot Cimahi

oleh -37 views


tribunpagi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan suap pengurusan perkara kepada oknum di KPK, saat menangani perkara kasus dugaan suap perizinan proyek RSU Kasih Bunda yang menjerat Wali Kota Cimahi nonaktif, Ajay Muhammad Priatna. Hal ini ditelisik kepada Sekda Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan serta sejumlah kepala dinas.

Mereka yang turut diperiksa antara lain Kepala Dinas PMPTSP Kota Cimahi, Hella Haerani; Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi, Meity Mustika; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Muhammad Roni dan Asisten Daerah Ekonomi Pembangunan, Ahmad Nuryana. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Wali Kota Cimahi pada Rabu (5/5) kemarin.

“Diperiksa dan dikonfirmasi antara lain terkait pengetahuan para saksi mengenai adanya informasi dugaan pengurusan permasalahan hukum Ajay M Priatna oleh pihak yang mengaku penyidik KPK,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (6/5).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, keterangan para saksi itu akan dimuat dalam berita acara pemeriksaan. Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka, penyidik KPK asal kepolisian Stepanus Robin Pattuju (SRP).

“Keterangan selengkapnya tentu telah tertuang secara lengkap di dalam BAP para saksi tersebut yang akan dibuka di depan persidangam Tipikor,” ucap Ali.

Dalam palam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, pada Senin (19/4) lalu, Ajay Priatna mengaku dimintai uang sebesar Rp 1 miliar oleh oknum yang mengaku dari KPK. Uang itu diperlukan untuk meredam OTT KPK.

Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah

Baca Juga: KRI Nanggala-402 Tenggelam, AHY: 1 Nyawa Prajurit TNI Sangat Berharga

Dalam perkara lain, Stepanus yang merupakan penyidik KPK ditetapkan sebagai tersangka karena menerima uang senilai Rp 1,3 miliar. Uang itu diterima Stepanus untuk bisa menghentikan perkara dugaan suap lelang jabatan yang diduga menyeret Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial.

Syahrial memberikan uang itu secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA) teman dari Stepanus. Uang itu baru diserahkan dengan total Rp 1,3 miliar, dengan maksud agar KPK menghentikan perkara dugaan suap lelang jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Stepanus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Source link