Konjen AS Kirim Surat ke Serikat Buruh Soal Agresi Israel ke Palestina

oleh -51 views


tribunpagi.com–Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demonstrasi menuntut kemerdekaan Palestina pada Selasa (18/5). Demonstrasi tersebut dilakukan serentak di 24 provinsi dan sekitar 300 kabupaten/kota di Indonesia.

Dari Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, NTB, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan lainnya.

”Di Jawa Timur aksi demonstrasi dipusatkan di kantor Konsulat Amerika Serikat di Surabaya. Aksi ini diikuti sekitar seratus orang,” tutur Wakil Ketua DPW FSPMI Jawa Timur Nuruddin Hidayat.

Nuruddin menjelaskan, aksi yang diikuti kaum buruh yang tergabung dalam FSPMI itu sebagai bentuk solidaritas kaum buruh terhadap bangsa Palestina. Mereka mengutuk dan mengecam agresi militer Israel yang membunuh dan membantai rakyat sipil Palestina, bahkan perempuan dan anak-anak telah menjadi korban kebrutalan tentara Israel.

Nuruddin mengutip alinea pertama Pembukaan UUD 1945 bahwa bangsa Indonesia mempunyai tanggung jawab moral untuk turut menyuarakan penghapusan penjajahan di Palestina. Serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina yang telah diperjuangkan sejak dulu oleh Presiden Soekarno.

”Selain itu, buruh juga mengecam sikap Amerika Serikat melalui yang dinilai membela dan cenderung mendukung kebrutalan tentara zionis Israel,” tegas Nuruddin.

Dalam aksi tersebut, para buruh menyampaikan tuntutan di antaranya mendesak Israel menghentikan agresi militer terhadap Palestina, mendesak Amerika Serikat mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan dukungannya terhadap Israel.

Selain itu, para buruh juga mendesak PBB agar segera mengambil langkah konkret untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Pada akhir aksi, Konjen Amerika Serikat memberi jawaban melalui surat. Pihak konjen meminta maaf karena tidak bisa menemui aksi massa.

”Kami menyampaikan terima kasih atas penyampaian aspirasi dari organisasi Anda kepada Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Kami tidak dapat menerima perwakilan dari organisasi Anda secara langsung pada waktu demonstrasi sedang berlangsung. Namun demikian, kami akan menerima surat ataupun pesan tertulis dari Anda untuk diteruskan kepada pihak terkait untuk dipelajari lebih lanjut serta direspons pada waktu mendatang,” tulis Konjen Amerika Serikat.



Source link