Kasus Varian India B1617 di Sumsel Tertular dari Kontak Keluarga

oleh -38 views


tribunpagi.com–Temuan kasus-kasus Covid-19 varian India B1617 di Sumatera Selatan sebagian besar tertular dari kontak keluarga. Hal tersebut diketahui setelah pemeriksaan mendalam oleh dinas kesehatan setempat.

Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri seperti dilansir dari Antara di Palembang mengatakan, rangkaian kontak kasus diketahui berdasar pelacakan saat keempatnya lebih dulu terkonfirmasi Covid-19. Kontak keluarga dinilai wajar karena temuan kasus Covid-19 di Sumsel didominasi klaster keluarga.

”Ada satu kasus B1617 yang terkonfirmasi positif setelah uji swab untuk keperluan kerja,” ujar Yusri.

Keempat kasus tersebut hanya mengalami gejala ringan saat terpapar B1617 pada Januari dan telah dinyatakan sembuh meski tiga di antara kasus itu berusia di atas 60 tahun. Menurut Yusri, keempat kasus itu lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19 saat pemeriksaan swab di Sumsel, kemudian sampel keempatnya dikirim ke Balitbang Kemenkes Jakarta dan dinyatakan positif B1617.

Yusri menyebut, keempatnya tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan maupun berkontak dengan orang asing ketika dinyatakan positif terinfeksi B1617. Keempat kasus yang berasal dari Palembang, Prabumulih, Muara Enim, dan PALI, itu tertular di dalam wilayah Sumsel karena varian B1617 telah menyebar serta menjadi transimisi lokal di wilayah setempat.

”Varian ini penyebarannya lebih cepat dibanding Covid-19,” tutur Yusri.

Meskipun kontak kasus B1617 sudah terlacak, Dinkes Sumsel tidak melakukan uji usap terhadap kontak-kontak kasus itu. Sebab, kasus hanya mengalami gejala ringan dan rentang temuan kasus juga sudah lebih dari 14 hari.

Selain itu temuan varian B1617 di Sumsel tidak dapat dideteksi secara berkelanjutan sama seperti temuan B117 sebelumnya. Sebab, laboratorium di Sumsel hanya mampu mendeteksi Covid-19.

”Hanya Balitbangkes Kemenkes yang bisa memeriksa temuan varian-varian Covid-19,” terang Yusri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa menyebut terjadi peningkatan kasus Covid-19 setelah Idul Fitri 1442 Hijriah. Namun, kenaikan kasus Covid-19 itu juga diimbangi dengan bertambahnya jumlah angka kesembuhan.

”Kami lihat tren masih naik namun untuk kasus positif ada penurun, seperti per 14 Mei ada 56 kasus dan 16 Mei turun jadi 50 kasus,” ujar Ratu Dewa.

Pemkot berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk penggunaan Wisma Atlet Jakabaring mengantisipasi peningkatan kebutuhan ruang isolasi. Sejauh ini, terdapat 18 rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, pemkot masih menunggu informasi dari Pemprov Sumsel terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet Jakabaring untuk pasien Covid-19. Saat ini, untuk data bad occupancy rasio (BOR) rumah sakit di Palembang hingga 16 Mei mencapai 59,6 persen.

”Terisi 562 tempat tidur dari kapasitas 848 tempat tidur. Angka di atas 50 persen dan sudah tidak baik,” terang Yudhi.

Data Dinas Kesehatan Sumsel per 14 Mei 2021 mencatat insidensi Kota Palembang berada di angka 675 yang berarti 675 orang dari 100.000 jiwa di Palembang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Maret 2020.



Source link