Antisipasi Varian Baru Covid-19, Pemprov Jatim Kumpulkan Sampel PMI

oleh -17 views


tribunpagi.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa 3.636 pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang ke Jawa Timur akan langsung menjalani isolasi. Upaya itu sebagai pencegahan masuknya varian baru virus Covid-19 mutasi India, Inggris, dan Afrika Selatan.

Khofifah menjelaskan, bersama berbagai pihak memperketat pintu masuk internasional di Jatim. Pengetatan itu bekerja sama dengan TNI/Polri, KKP, serta Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kesehatan Jawa Timur.

”Pemprov Jatim sangat concern dengan adanya mutasi virus varian  baru dari India, Inggris, dan Afsel. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah varian tersebut masuk di Jatim. Karena itu, kami melakukan isolasi bagi para pekerja migran yang baru datang di Jatim,” tutur Khofifah pada Selasa (4/5).

Hingga hari ini (4/5), terdapat 3.636 pekerja migran yang telah di isolasi di Asrama Haji sejak 28 April. Mereka telah dilakukan PCR dan ditemukan puluhan orang yang positif Covid-19.

”Bagi yang positif Covid-19 segera kami isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura dan RS Rujukan Covid-19. Sedangkan bagi pasien yang negatif akan dilakukan penjemputan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing,” terang Khofifah.

Terkait deteksi mutasi, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga telah bekerja sama dengan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga untuk melakukan sequence genetik atau whole genome sequencing sebagai upaya genomic surveilance atau deteksi dini mutasi varian India, Inggris, dan Afsel.

”Alhamdulillah, sampai hari ini (4/5) berdasar laporan dari ITD Unair, telah ada 109 sampel dari Jawa Timur yang telah dilakukan sekuensing, di mana 86 sampel telah diunggah dalam database genome Covid-19 internasional GISAID. Dan sampai hari ini belum ditemukan mutasi varian India, Inggris, dan Afsel di Jatim,” papar Khofifah.

Pencegahan masuknya varian virus baru itu juga diiringi dengan vaksinasi masif yang terus dilakukan Pemprov Jatim. Hingga saat ini, untuk vaksinasi dosis pertama tercatat sebanyak 2.003.205 orang dan vaksinasi dosis kedua tercatat sebanyak 1.106.830 orang. Jumlah itu yang tertinggi di Indonesia berdasar data Kemenkes per 3 Mei.

”Meskipun vaksinasi terus dimasifkan, yang terpenting tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena saat ini protokol kesehatan masih terbukti efektif untuk mencegah penularan Covid-19 meskipun sudah bermutasi,” ujar Khofifah.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link