Setahun Pandemi, Penggunaan Mobile Banking dan Mesin ATM Meningkat

oleh -52 views


tribunpagi.com – Setahun lebih pandemi Covid-19 mendera bangsa Indonesia. Pandemi ini ternyata membuat penggunaan layanan mobile banking meningkat.

Kondisi ini diungkapkan oleh Direktur BCA Syariah Pranata dalam bincang zakat bersama Baznas secara virtual Kamis (29/4). Pranata menuturkan sebelum pandemi sejatinya penggunaan layanan mobile banking mereka sudah menunjukkan tren peningkatan.

“Begitu selama pandemi, tambah meningkat,” katanya. Dia menegaskan bahwa layanan perbankan di BCA Syariah yang mengalami peningkatan tertinggi adalah mobile banking.

Menurut Pranata layanan atau transaksi melalui mobile banking meningkat sekitar 62 persen. Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa layanan yang menggunakan mesin ATM dan EDC (electronic data capture) juga mengalami peningkatan.

Peningkatan layanan perbankan berbasis ATM dan EDC itu berada di urutan kedua setelah mobile banking. “Di awal pandemi penggunaan ATM atau EDC sempat turun jauh,” jelasnya.

Karena pada saat itu orang takut keluar rumah. Kemudian adanya pembatasan sosial di sejumlah tempat.

Tetapi mulai kuartal III dan kuartal IV 2020 transaksi menggunakan ATM dan EDC kembali normal. Bahkan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pranata juga menyampaikan keunikan BCA Syariah dibandingkan bank konvensional. Diantaranya adalah mereka dapat menjalankan fungsi Baitul Mal.

Seperti menggalang dana sosial atau hibah. Kemudian dana itu disalurkan melalui lembaga amil zakat seperti Baznas atau lainnya.

Pranata mengatakan dana zakat infak dan sedekah (ZIS) yang mereka kelola rata-rata mengalami kenaikan 30 persen setiap tahunnya. Data sampai Maret 2019 dana ZIS yang mereka kelola mencapai Rp 1,6 miliar.

Mereka juga telah bekerjasama dengan 19 lembaga amil zakat untuk penyaluran dana ZIS tersebut. “Perbankan syariah juga dapat menerima wakaf,” tuturnya.

Tetapi khusus wakaf tunai. Kemudian bank syariah juga bisa menjalankan aktivitas terkait emas. Seperti gadai dan jual beli emas.

Dalam kesempatan yang sama Dirut Baznas Arifin Purwakananta mengatakan dalam mendistribusikan dana zakat, mereka memiliki semangat untuk mendorong kemandirian. Diantaranya adalah pemberian modal. Modal ini bisa berupa uang maupun modal mental.

“Untuk mengatasi kemiskinan yang membelenggu,” tuturnya.

Selain itu mereka juga mendorong para penerima dana zakat untuk produktif. Seperti mengajari cara berjualan, beternak, bertani, dan lainnya. Supaya mereka kelak bisa mandiri tanpa terus bergantung pada dana zakat.

Baznas juga mendampingi untuk membuka akses pasar. Seperti cara menjual, mengemas, higienitas, dan label halal. Dia mencontohkan ada penjual kerupuk yang sekarang omzetnya mencapai Rp 30 juta.



Source link