Polda Sumut Sebut Mungkin Ada Tersangka Baru Kasus Rapid Test Bekas

oleh -52 views


tribunpagi.com–Penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) lakukan pengembangan penyelidikan untuk deteksi kemungkinan tersangka baru, kasus penggunaan alat uji cepat antigen di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang.

”Kami sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan kemungkinan pihak-pihak lain yang diduga sebagai pelaku,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra seperti dilansir dari Antara di Medan, Jumat (30/4).

Kapolda menyebut tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus pelanggaran tindak pidana kesehatan tersebut. ”Kemungkinan ke depan pengembangan tersangka itu mungkin saja,” ujar Panca Putra.

Sebelumnya, Polda Sumut mengungkap kasus penggunaan alat uji cepat antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik yang sudah dilakukan sejak Desember 2020. Dalam kasus itu, Polda Sumut telah menetapkan lima orang tersangka, masing-masing berinisial PM, DP, SP, MR, dan RN.

Salah satu tersangka, berinisial PM merupakan Pelaksana Tugas Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan RA Kartini.

”Dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Desember 2020,” tambah Panca Putra.

Kegiatan daur ulang alat uji cepat Covid-19 oleh kelima orang tersebut, lanjut kapolda, dilakukan di laboratorium Kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini Medan. ”Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan, dikumpulkan. Kemudian dicuci, dibersihkan dan dikemas kembali. Selanjutnya dikirim ke Bandara Kualanamu,” ungkap kapolda Panca Putra.

Adapun motif para tersangka melalukan tindak pidana kesehatan tersebut yakni untuk mendapatkan keuntungan. ”Barang bukti kita amankan Rp 149 juta dari tangan tersangka,” ucap Panca Putra.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link