Ngadu ke Bawaslu, eks Wamenkumham Beberkan 5 Modus Pelanggaran PSU

oleh -32 views


tribunpagi.com – Calon Gubernur di pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan, Denny Indrayana mengadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait ada dugaan politik uang.

Denny mengatakan, menjelang pemungutan suara ulang (PSU) pada 9 Juni ada dugaan praktik-pratik kecurangan. Sehingga hal ini tidak bisa didiamkan.

“Kami memberikan berbagai informasi situasi di Kalimantan Selatan yang makin tindak kondusif. Terkait dengan prinsip pemilu jujur dan adil, berbagai modus politik uang terjadi,” ujar Denny dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook miliknya, Senin (12/4).

Denny mengatakan, setidaknya ada lima jenis dugaan kecurangan jelang pemilihan di Pilgub Kalimanyan Selatan. Pertama, adanya pembagian sembako yang dikemas ke dalam bakul dan diberikan ke pemilih di wilayah-wilayah PSU.

“Dan (bakul-Red) itu diberikan ke pemilih di wilayah-wilayah PSU setiap hari,” kata eks Wamenkumham itu.

Kedua, adanya pemborongan dagangan-dagangan di pasar-pasar yang diperuntukan kepada masyarakat. Nantinya masyarakat mengambil barang-barang tersebut secara gratis.

“Masyarakat hanya tinggal ambil dagangan di pasar tanpa harus membayarnya,” ungkapnya.

Kemudian ketiga, kepala desa digaji Rp 5 juta per bulan, lalu RT mendapatkan gaji Rp 2.5 juta per bulan selama rentang periode PSU yang akan digelar pada tanggal 9 Juli mendatang.

“Saya sudah ketemu dengan beberapa RT di beberapa wilayah mengkonfirmasi itu. Tujuannya nanti mereka merekrut suara-suara pemilih,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

Selajutnya keempat kata Denny adalah penempelan stiker di rumah-rumah warga yang akan mengikuti PSU. Diduga tujuan penempelan stiker itu untuk memberikan data ke tim pemenangan tertentu.

“Maksudnya apa? ini pendataan untuk kiranya nanti ada tim lain yang turun pada gilirannya untuk memberikan pembelian suara kepada rumah-rumah yang sudah ditempelin stiker itu. Ini sebenanrnya modus lama,” ungkapnya.

Kemudian kelima adalah pengumpulan kepala dinas yang dikerahkan sebagai tim pemenangan salah satu pasangan calon.

“Saya samapiakan (ke Bawaslu RI) tolong ini diambil langkah-langkah supaya prinsip jujur dan adil dalam pelaksanaan pemilu di PSU Kalsel bisa terlaksana,” pungkasnya.



Source link