JGU Launching Sentra Pemindang, Kirim 200 Ton Ikan ke 4 Kabupaten

oleh -18 views


tribunpagi.com–PT Jatim Grha Utama (JGU), lewat anak perusahaannya, Puspa Agro, mendistribusikan 200 ton ikan jenis Pacific Mackerel (Scomber Japonicus) ke empat kabupaten di Jatim. Hal itu sebagai upaya untuk mendukung keberlangsungan industri yang kerap kesulitan bahan baku karena gangguan cuaca.

Pendistribusian ikan sebagai bahan baku pemindangan itu diberangkatkan dari kantor Puspa Agro di Jemundo, Taman, Sidoarjo. Ikan sebanyak 200 ton itu diangkut delapan kontainer, yang masing-masing berisi 25 ton ikan laut.

Penyediaan bahan baku pemindangan itu terlaksana atas kerja sama Puspa Agro dengan PT Fishindo Citra Samudra dan PT Artha Tani Mina. Support JGU itu sekaligus ingin meneguhkan Jatim sebagai sentra pemindang (Jaspina) di tanah air.

Peluncuran pendistribusian ikan itu juga dihadiri sejumlah pelaku usaha pemindangan, para pejabat pemerintahan Jatim, di antaranya, Dinas Perikanan dan Kelautan, Disperindag, Biro Perekonomian, juga Kadin Jatim.

”Jawa Timur selama ini, menjadi salah satu sentra industri pemindangan yang banyak melibatkan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Karena itu, kami terpanggil untuk ikut menjaga eksistensi usaha mereka,” tutur Dirut PT JGU Mirza Muttaqien.

Dari delapan kontainer yang diberangkatkan, tiga kontainer di antaranya dikirim ke pelaku pemindangan di Prigi (Trenggalek) dan tiga kontainer ke Brondong (Lamongan). Sisanya ke Madiun dan Muncar (Banyuwangi) masing-masing satu kontainer.

”Yang empat kontainer atau 100 ton menyusul. Insya Allah dalam waktu dekat kami kirim lagi,” ujar Mirza.

Sementara itu, Dirut Puspa Agro M. Diah Agus Muslim mengatakan, dukungan itu sebagai bentuk partisipasi membantu pelaku usaha pemindangan. Puspa Agro juga siap menjadi sentra baru industri pemindangan di Jatim. Karena itu, Puspa Agro telah menyiapkan satu gedung atau lokasi khusus untuk aktivitas para pemindang di Jatim.

”Diharapkannya, tingginya permintaan akan produk pemindangan di masyarakat bisa diakomodasi dengan beroperasinya sentra pemindangan di Puspa Agro. Ini akan melengkapi sentra-sentra penyedia ikan dan pemindangan di sejumlah daerah di Jawa Timur,” ujar Agus.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adek Dwi Putranto menjelaskan, terobosan yang dilakukan PT JGU lewat anak perusahaannya, Puspa Agro, layak diapresiasi. Saat para pelaku usaha, termasuk para pemindang kesulitan bahan baku, JGU hadir sebagai pemberi solusi.

”Model-model solutif seperti ini perlu terus dikembangkan ke bidang-bidang lain, sehingga iklim usaha yang lesu akibat pandemic segera bangkit kembali,” kata Adek Dwi Putranto.

Senada dengan hal tersebut, Kabag Kebijakan dan Sarana Perekonomian, Biro Perekonomian Jatim Bambang Abu Hamid menegaskan, secara prinsip impor bukan kebijakan atau langkah utama. Sebaliknya, untuk menggerakkan roda perekonomian di Jatim, justru potensi lokal harus diutamakan.

”Kalau pada masa sulit, sehingga para pelaku usaha kesulitan bahan baku, impor wajar dilakukan. Jangan sampai saat musim panen, impor didatangkan karena bisa mematikan produksi petani atau nelayan,” terang Bambang.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link