Harapan Anis Matta untuk KTT ASEAN, Kekerasan di Myanmar Bisa Diakhiri

oleh -36 views


tribunpagi.com – Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Anis Matta berharap para pemimpin ASEAN mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran HAM dan kekerasan di Myanmar pada pertemuan KTT ASEAN yang diadakan di Jakarta pada Sabtu (24/4) ini.

Pertemuan ini akan dipimpin oleh Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah yang juga merupakan Ketua ASEAN 2021. Pertemuan ini merupakan KTT ASEAN pertama yang digelar secara tatap muka sejak 2020 lalu ketika pandemi Covid-19 melanda dunia.

“Pemimpin ASEAN harus bersikap jelas kepada Pemimpin Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing untuk stop kekerasan dan stop penangkapan di Myanmar saat ini juga,” ujar Anis Matta dalam keteranganya, Sabtu (24/4).

Anis Matta menegaskan, bahwa pemerintahan demokratis sipil harus dihormati karena hal tersebut adalah pilihan rakyat. Kudeta militer Myanmar oleh Junta Militer akan memperparah keselamatan dan kebebasan publik ASEAN umumnya dan masyarakat Myanmar khususnya.

“Pemimpin ASEAN tidak boleh memberikan legitimasi dimanapun terhadap pelanggaran nilai-nilai demokrasi dan kebebasan dan seharusnya Indonesia berada yang terdepan memperjuangkan nilai-nilai kebebasan, demokrasi di ASEAN dan seluruh dunia,” katanya.

Partai Gelora melihat KTT ASEAN harus menjadi langkah kongkret ASEAN menyelesaikan konflik kekerasan, pelanggaran HAM dan menghancuran nilai-nilai demokrasi di kawasan ASEAN.

“Di Bulan Ramadan yang suci ini tidak boleh ada tetes darah yang tertumpah dari anak manusia yang memperjuangkan kebebasan asasinya yang diberikan Tuhan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Anis Matta berharap konflik internal Myanmar harus mendapatkan resolusi terbaik tanpa menambah korban jiwa masyarakat Myanmar

Para pemimpin ASEAN menggelar ASEAN Leaders’ Meeting (ALM) di Jakarta pada Sabtu (24/4). Tiga pemimpin negara berhalangan hadir yakni Thailand, Laos, dan Kamboja. Pertemuan itu rencananya membahas mengenai perkembangan situasi dan krisis politik di Myanmar.

“Para pemimpin ASEAN termasuk Presiden Republik Indonesia telah menerima undangan dari Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua ASEAN untuk menghadiri ALM,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Menlu Retno menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas pembicaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah selaku Ketua ASEAN.

“Kalau kita tengok ke belakang, ALM ini merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan tindak lanjut pembicaraan antara Presiden Republik Indonesia dengan Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua ASEAN,” tutur Menlu Retno.



Source link