Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Atas Bencana Badai Seroja

oleh -27 views


tribunpagi.com – Jumlah korban tewas akibat siklon Seroja di NTT dan NTB mencapai 210 orang. Terdiri atas 208 orang di NTT dan 2 orang di NTB.

Dari 208 di NTT tersebut, 163 orang berhasil ditemukan. Sementara itu, sisanya 45 orang masih dalam pencarian. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, korban terbanyak masih di Flores Timur, terutama di Kecamatan Adonara, dengan 71 orang meninggal serta 5 orang hilang.

Di Kabupaten Lembata 43 meninggal dan 25 hilang. Kabupaten Alor 27 meninggal 14 hilang, Kabupaten Malaka 6 orang meninggal, Kabupaten Kupang 3 meninggal, Kota Kupang 6 meninggal, Kabupaten Sikka 1 meninggal, Kabupaten Sabu Raijua 2 meninggal, Kabupaten Rote Ndao 2 meninggal, serta Kabupaten Ngada dan Ende masing-masing 1 orang meninggal.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021. Doni mengatakan Mabes Polri telah mengerahkan personel 4.003 orang ke NTT. Sementara TNI mengerahkan 3.569 orang.

Dukungan berupa bantuan tenaga medis, dokter dan obat-obatan. Beberapa unit SAR Dog K-9 serta logistik dapur lapangan saat ini hampir tergelar di seluruh Kabupaten/Kota terdampak di NTT.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 2.704.056.695 untuk penyintas bencana di NTT. Rinciannya bantuan logistik tanggap darurat (buffer stock) sebesar Rp 672.056.695, logistik tanggap darurat melalui belanja langsung Rp 672 juta, santunan ahli waris untuk 83 Jiwa sebesar Rp 1,245 milyar, dan santunan korban luka berat sebanyak 23 jiwa dengan nilai Rp115 juta. Bantuan akan terus disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Termasuk, perkembangan untuk santunan ahli waris dan korban luka berat.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pun telah berada di NTT kemarin pagi. Ia kembali untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada warga terdampak banjir bandang.

Di sana ia mengunjungi dua lokasi. Yakni, pos pengungsian di Waipare, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka dan Bandara Tambaloka, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Setiba di Waipare, Risma langsung memantau kondisi warga para pengungsi, terutama mengecek kebutuhan anak-anak dan bayi terpenuhi. Menurut dia, ada kebutuhan yang tidak masuk dalam daftar bantuan yang diangkut kemarin.

”Saya belanja dulu, soalnya pas ke sini tidak bawa barang-barang yang untuk anak-anak seperti popok dan lainnya,” katanya.

Siklon Tropis Seroja yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata juga berpengaruh pada vaksinasi Covid-19. Kementerian Kesehatan memilih untuk menunda vaksinasi. ”Prioritas kami adalah sekarang penanggulangan bencana dulu jadi otomatis vaksinasinya ditunda,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Di samping tertundanya vaksinasi Covid-19 di NTT, masih ada vaksinasi di pulau-pulau terluar Indonesia yang harus dilaksanakan. Namun, Budi mengaku optimis karena Kemenkes telah membangun 10 ribu Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. ”Termasuk di pulau-pulau terluar Indonesai seperti Pulau Ile Boleng, Pulau Wai Marang, Baniona, dan Waiwadan,” ungkapnya.

Baca juga: Siklon Tropis Seroja Kembali Menguat, Jawa-Bali Berpotensi Hujan Deras

Lebih lanjut Budi menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan sudah membuat sekitar sepuluh pos kesehata. Tim kesehatan pun sudah didatangkan ke lokasi bencana. Terutama anestesi dan ortopedi karena banyak warga mengalami patah tulang kemudian perlu segera dioperasi.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link