DFSK Resmi Jual Mobil Listrik Komersial Pertama di Indonesia

oleh -22 views


tribunpagi.com – Di hari pertama gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021, Sokondino Automobile (DFSK) umumkan harga Gelora E yang bermain disegmen komersial bertenaga listrik.

Pihak DFSK menjelaskan bahwa ada dua tipe Gelora E, yakni blind van dibanderol Rp480 juta – Rp 490 juta. Lalu ada minibus dengan banderol Rp510 juta – Rp520 juta.

Perlu diingat bahwa harga ini hanya berlaku selama IIMS selama 10 hari yang digelar mulai 15-25 April 2021. DFSK juga mulai membuka pemesanan Gelora E dengan sistem pre-order.

“Ini merupakan momen bersejarah bagi segmen kendaraan listrik komersial di Indonesia, karena ini yang pertama” kata Alexander Barus, CEO DFSK.

Alexander Barus menambahkan sebenarnya DFSK sudah menyiapkan program kendaraan listrik sejak pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2019 terkait percepatan pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri.

Pada akhirnya DFSK memutuskan dengan segala pertimbangan bahwa Gelora E sebagai produk kendaraan listrik pada tahap pertama. Dirinya juga memberikan pernyataan ada kemungkinan SUV listrik E3 juga akan diluncurkan pada masa mendatang.

Selama IIMS 2021 berlangsung DFSK mulai menjaring pemesanan Gelora E, pengiriman konsumen akan dilakukan pada semester dua.

Sebagai informasi bahwa Gelora mulai muncul di Indonesia pada Maret 2020, berlanjut pada November 2020 versi mesin bensin konvensional diluncurkan.

Sayangnya saat itu Gelora E dirilis karena menunggu kepastian regulasi kendaraan listrik dari pemerintah.

Gelora E memiliki motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan baterai lithium ion 42 kWh. Baterai bisa diisi sangat cepat, hanya 80 menit, untuk pengisian dari 20 persen ke 80 persen.

Bila baterai diisi memakai colokan di rumah 220V 16A, pengisian bisa mencapai 8 jam. Satu baterai penuh bisa digunakan untuk menempuh jarak 300 km.

“Sebenarnya jangan hanya pembuatan regulasi saja, akan tetapi bagaimana caranya pemerintah juga mensuport bagaimana populasi mobil listrik itu bisa meningkat tajam,” pungkas Alexander Barus.



Source link