BNPB Duga Banjir Bandang di Flores Timur Dipicu Hujan Ekstrem

oleh -43 views


tribunpagi.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menduga, banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Terlebih, BMKG juga sudah memprakirakan adanya hujan sangat lebat di NTT.

“Dipicu hujan dengan intensitas tinggi di beberapa kecamatan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dikonfirmasi, Minggu (4/4).

Raditya mengungkapkan, berdasarkan prakiraaan BMKG, terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. Hal ini melanda NTT, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Banjir Bandang di Flores Timur, 23 Meninggal, Dua Hilang

“Potensi hujan sangat lebat (pada wilayah tersebut),” ujar Raditya.

Hal serupa juga diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

Potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, NTT dan Sulawesi Selatan.

Bencana banjir bandang yang melanda Flores Timur, mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. Peristiwa ini juga mengakibatkan kerugian materiil, berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

Selain itu, ada rumah warga hanyut terbawa banjir, serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Sampai saat ini, aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Upaya evakuasi di tempat terjadinya bencana terhambat dengan penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat.

“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya,” pungkas Raditya.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link