ASN Dishub DKI Jakarta Tertangkap Miliki Sabu-Sabu di Aceh

oleh -22 views


tribunpagi.com–Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ditangkap Satuan Reserse Narkotika Polresta Banda Aceh.  HH, 37, ditangkap di kawasan Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya karena miliki sabu-sabu.

”Kami melakukan penangkapan terhadap PNS Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Di rumahnya ditemukan alat isap sabu-sabu di atas meja makan,” kata Kasatresnarkoba Polresta Banda Aceh AKP Rustam Nawawi, seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh, Jumat (30/4).

AKP Rustam mengatakan, HH, 37, merupakan warga Desa Cempaka Baru, DKI Jakarta, yang saat ini berada di Banda Aceh. Dia diringkus polisi karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 5,30 gram.

Penangkapan tersebut hasil pengembangan yang dilakukan atas dasar penangkapan tersangka lain, yakni AR, 37, di kawasan Pasar Lowak, Lampaseh Aceh, Banda Aceh. ”Penangkapan terhadap kedua tersangka karena saling keterkaitan. AR sering menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Berawal itu, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka,” ujar Rustam Nawawi.

Menurut Rustam, setelah dilakukan pemeriksaan, AR mengaku membeli sabu-sabu melalui perantara HH serta ikut menggunakan bersama di kediaman HH. Tak butuh waktu lama, tersangka HH diringkus polisi di tempat tinggalnya.

”Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa alat isap sabu-sabu di atas meja makan. Saat pemeriksaan, tersangka AR mengakui bahwa sabu-sabu sebanyak tiga paket dipesan dari seorang laki-laki melalui perantara HH sebanyak satu paket seharga Rp 3 juta, dengan perjanjian pembayaran apabila sabu-sabu tersebut terjual, dibayarkan pada pemiliknya,” terang Rustam Nawawi.

Rustam menyebutkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa tiga bungkusan plastik narkotika jenis sabu-sabu seberat 5,30 gram, dua unit HP, satu kaca pirex, satu pipet plastik warna bening, tiga plastik bening, dua bungkus kotak rokok, satu gulungan plastik bening, serta satu unit motor.

”Kedua tersangka saat ini mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat pasal 112 ayat (1) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun,” terang Rustam.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link