Angkot di Surabaya Akan Diubah Jadi Minibus, Driver Dapat Gaji Bulanan

oleh -24 views


tribunpagi.com–Transportasi publik menjadi fokus baru Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Setelah Surabaya akan mendapat hibah 126 bus dari pemerintah pusat, Eri mengungkapkan, pemkot akan melakukan peremajaan angkot atau mikrolet. Peremajaan tersebut dilakukan melalui beberapa aspek.

Driver angkot akan digaji bulanan. Jadi mereka bukan lagi punya uang berdasar berapa jumlah penumpang yang didapat, tapi sudah masuk gaji bulanan dari Pemkot Surabaya,” tutur Eri di Universitas Airlangga Surabaya pada Jumat (9/4).

Saat ini, Eri mencatat ada 4 ribu driver angkot di Surabaya. Dari jumlah itu, Eri memastikan mereka akan mendapatkan gaji. Pemberian gaji  seiring dengan peremajaan sistem transportasi angkot. Misalnya, dengan membuat sistem dan jadwal keberangkatan.

”Jadi bukan lagi menunggu penumpang, tapi sudah ada jadwal keberangkatan. Jadi terus jalan. Datang, lewat, dan jalan, sampai ke terminal bus atau LRT (light rail train),” papar Eri.

Untuk mengurangi gejolak atau kemacetan di jalan raya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menjelaskan, peremajaan angkot diubah sebagai feederFeeder merupakan minibus yang memiliki kapasitas lebih banyak, yakni sekitar 15–20 orang. Angkot akan dialihkan menjadi feeder. Dengan begitu, Surabaya tidak macet.

”Memang transportasi publik sedang gencar. Ada 2 pilihan. LRT akan masuk. Kedua dibantu 126 bus dari pemerintah pusat. Akan dihubungkan dengan moda yang ada. Di jalan utama itu transportasi publik. Yang mikrolet dimana? Itu di feeder. Surabaya nggak macet,” kata Eri.

Pemkot sedang menghitung kemungkinan tersebut. Harapan utamanya adalah mikrolet atau angkot tidak lagi masuk jalan utama. Nanti setelah diremajakan berubah fungsi sebagai feeder, ada rute dan jadwal yang jelas.

”Pertanyaannya, gimana cara meremajakannya? Kita akan bekerja sama. Intinya mikrolet itu nggak lagi masuk jalan utama. Tapi jadi feeder. Dari perumahan menuju ke terminal bus. Nanti jalan utama adalah bus,” terang Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, rencananya, feeder itu akan melewati perumahan tertentu. ”Akan lewat kawasan permukiman atau perumahan,” tuturnya singkat.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link