Aksi Teror Kembali Muncul, Dipicu Kesalahpahaman Memaknai Ajaran Agama

oleh -75 views


tribunpagi.com – Rentetan serangan teroris dalam beberapa hari terakhir menuntut kewaspadaan semua pihak. Sinergi aparat kepolisian dan masyarakat akan menjadi kunci pencegahan serangan susulan.

“Kami tentu sangat terkejut dengan rentetan serangan teroris ini, meskipun dari pola sudah bisa diduga. Namun, kita semua harus benar-benar meningkatkan kewaspadaan terutama mendorong sinergisitas aparat keamanan dengan masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap serangan susulan dari para teroris,” ujar Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Rabu (31/3).

Cucun menjelaskan persoalan penanggulangan terorisme di Indonesia ini merupakan tanggung jawab dari semua anak bangsa.

Baca juga: Penyerangan di Mabes Polri, Legislator Nasdem: Jaringan Teroris Panik

Menurutnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88 Mabes Polri, hingga personil TNI merupkan benteng terakhir dalam upaya pencegahan terorisme. Sementara elemen masyarakat baik di semua tingkatan merupakan garda terdepan untuk mencegah bibit tumbuhnya terorisme.

“Aksi serangan teroris seperti bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar maupun serangan ke Mabes Polri hanya muara dari proses indoktrinisasi para pentolan teroris yang secara teroganisir para eksekutor di lapangan. Di sinilah pentingnya masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap penyebaran nilai atau paham yang mengarah pada radikalisme dan terorisme,” katanya.

Ketua Fraksi PKB DPR ini menegaskan munculnya paham terorisme tidak bisa dilepaskan dari kesalahpahaman pelaku dalam memaknai ajaran agama. Mereka rata-rata memaknai ajaran agama dengan tafsir kekerasan yang kaku dan intoleran.

“Oleh karena itu kita semua perlu bersama-sama mengembangkan ajaran agama yang mengedepakan prinsip wasathiyah sehingga tidak mudah mengkafirkan dan menghalalkan darah orang lain,” katanya.

Cucun pun berharap masyarakat tetap tenang atas teror dari para teroris yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Dirinya yakin jika aparat Densus 88 Mabes Polri maupun BNPT akan segera bisa mengusut tuntas jaringan yang bermain dan menangkap actor intelektual dari serangan teror beberapa hari terakhir.

“Terbukti satu hari setelah kejadian bom bunuh diri Makassar, beberapa terduga teroris mampu dilacak keberadaanya dan ditangkap dengan barang bukti bom high exsplosive baik dari Kabupaten Bekasi maupun Condet, Jakarta Timur. Kami minta masyarakat tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanggulangan terorisme ini kepada pihak berwajib,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link