Sempat Ditangkap Militer Myanmar, Jurnalis BBC Akhirnya Dibebaskan

oleh -31 views


tribunpagi.com – Aung Thura selamat. Jurnalis BBC di Myanmar tersebut ditangkap petugas keamanan yang berpakaian preman pada Jumat (19/3) ketika melaporkan berita di depan pengadilan Naypyidaw. Sejak itu keberadaannya tidak diketahui.

Perusahaan tempatnya bekerja sempat menghubungi berbagai pihak, termasuk junta militer, untuk memastikan kondisinya. Senin (22/3) BBC memastikan bahwa Aung Thura sudah dibebaskan. Tapi, tidak dijelaskan siapa yang menangkap hingga kondisi Aung Thura saat ini.

Penangkapan jurnalis dan penutupan media independen menjadi senjata bagi junta militer untuk menutup kanal informasi. Asosiasi Pendampingan Tahanan Politik Myanmar mengungkap setidaknya ada 40 jurnalis yang ditangkap sejak kudeta berlangsung. Separonya masih ditahan, salah satunya fotografer Associated Press Thein Zaw.

Baca juga: Militer Ancam Bumi Hanguskan, Penduduk Mulai Tinggalkan Yangon

Ada lima media yang dicabut izinnya. Salah satunya adalah media lokal Mizzima. Jurnalis Mizzima Than Htike Aung ditangkap bersamaan dengan Aung Thura, tapi nasibnya saat ini belum diketahui.

Kecaman dari berbagai pihak tidak digubris junta militer, termasuk dari negara-negara ASEAN. Indonesia dan Malaysia sudah menyerukan agar ada pertemuan darurat sekali lagi untuk membahas Myanmar.

”Militer Myanmar membunuh orang setiap hari. Memberikan pernyataan boleh saja, tapi itu tidak berguna untuk melawan peluru militer,” ujar legislator Malaysia yang mengepalai Anggota Parlemen untuk kelompok Hak Asasi Manusia ASEAN Charles Santiago seperti dikutip Agence France-Presse.

Kemarin demonstran di Hlaing, Yangon, menerbangkan balon merah bertulisan pesan terkait responsibility to protect (R2) atau tanggung jawab untuk melindungi. Itu adalah prinsip bahwa komunitas internasional dibenarkan mengambil tindakan terhadap suatu negara yang gagal melindungi penduduknya dari kekejaman.



Source link