Penyintas Long Covid-19 Masih Rasakan Sesak Hingga Sakit Kepala

oleh -41 views


tribunpagi.com – Pasien Covid-19 memang masih bisa mengalami berbagai keluhan berkepanjangan setelah sembuh. Bahkan keluhan bisa dirasakan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19 lewat PCR.

Kepada tribunpagi.com, Jumat (5/3), para penyintas Covid-19 bercerita berbagai keluhan yang mereka masih alami sampai saat ini. Beberapa di antaranya masih merasakan sesak napas, sakit kepala, hingga mudah lelah.

Salah satunya dituturkan warga Bandung, Jawa Barat. Seorang pemuda menceritakan bahwa ibunya terkena Long Covid sampai saat ini. Ibunya berusia 49 tahun. Awal kena Covid-19 pada 12 Januari 2021. Dan dinyatakan sembuh 8 Februari. Saat itu sebetulnya sudah dinyatakan sehat.

Baca Juga: Penelitian: Covid-19 Bisa Picu Infeksi Pada Sel Jantung Berbulan-bulan

“Ibu saya lama penyembuhannya karena ibu saya ada penyakit bawaan yaitu maag kronis,” kata pemuda yang tak disebutkan namanya itu.

Setelah itu, ibunya masih merasa gampang capek, badan gampang sumeng, gampang sesak, gampang pegal-pegal bahkan mudah lupa. Ibunya juga mudah cemas

“Sejauh ini didampingi sama dokter dari puskesmas. Sekarang minum vitamin saja. Kemarin juga baru kontak sama dokter puskesmas mengenai keluhan Long Covid,” tuturnya.

Cerita lain disampaikan oleh seorang gadis di Kalimantan Timur. Dia sakit Covid-19 bulan September 2020. Lalu keluar isolasi mandiri pada November.

“Awal sakit itu kirain cuma demam biasa, tapi lama-lama kepala sakit banget yang benaran sakit sampe rahang pun ikutan sakit. Habis itu perut bermasalah, terus enggak bisa cium sama rasa juga,” katanya.

Dan gejala yang dirasakan sampai sejauh ini, kata dia, sampai sekarang masih sering sakit kepala. Perut juga sering bermasalah. Lalu napas ladang rasanya pendek dan sesak.

“Pokoknya badan tak bisa sesehat dulu rasanya, walaupun udah negatif,” tuturnya.

Sejauh ini dia tak ada pendampingan medis atau tak minum obat lagi. Anehnya, hasil rontgen menunjukkan paru-parunya normal.

“Kalau rontgen terakhir waktu swab sih, dan paru-paru ya normal,” jelasnya.

Sesuai data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS, komplikasi jangka panjang yang lebih serius juga dilaporkan. Keluhan itu telah diketahui mempengaruhi sistem organ yang berbeda di dalam tubuh. Apa saja?

Kardiovaskular: radang otot jantung
Pernapasan: kelainan fungsi paru
Ginjal: cedera ginjal akut
Dermatologis: ruam, rambut rontok
Neurologis: masalah penciuman dan rasa, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, masalah memori
Psikiatri: depresi, kecemasan, perubahan mood

Signifikansi jangka panjang dari efek ini belum diketahui. CDC AS akan melanjutkan penyelidikan dan menginformasikan perawatan klinis Covid-19 serta tanggapan kesehatan masyarakat terhadap Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link