Penampilan Singo Edan Masih Loyo, Lawan Tim Muda Saja Kalah

oleh -35 views


tribunpagi.com – Asa untuk lolos ke babak selanjutnya kian tipis bagi Arema FC. Berharap bisa mendapat poin penuh ketika melawan Barito Putera tadi malam di Stadion Manahan, Solo, tim berjuluk Singo Edan itu justru menyerah 1-2 kepada tim yang memainkan mayoritas pemain muda.

Barito membuka keunggulan di babak pertama lewat Alif Jaelani ketika pertandingan baru berjalan 11 menit. Laskar Antasari –julukan Barito Putera– menggandakan keunggulan pada menit ke-24 setelah Beni Oktovianto menjebol gawang Singo Edan yang dikawal Teguh Amiruddin.

Arema hanya mampu menceploskan satu gol pada menit ke-55 setelah Feby Eka mampu menuntaskan kemelut di depan gawang Barito.

Arema sebetulnya punya kesempatan untuk mengakhiri pertandingan dengan satu poin. Di menit akhir, Arema mendapatkan hadiah penalti. Tapi, eksekusi Bruno Smith mampu ditepis M. Riyandi.

Asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, apa yang ditampilkan anak asuhnya di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Menyerang dan punya banyak peluang, tapi hanya satu gol yang tercipta. ’’Peluang di depan kotak penalti juga tidak bisa gol. Kami harus terima itu dan mengakui,’’ ucapnya.

Lagi-lagi, masalah fisik disebut jadi penyebab permainan Singo Edan tidak seperti yang diinginkan. Kondisi fisik juga membuat beberapa pemain terlalu emosional dalam pertandingan. ’’Fisik habis, emosi muncul,’’ lanjutnya.

Meski peluang tipis, Kuncoro masih optimistis bisa lolos dari grup A. Pertandingan terakhir melawan PSIS Semarang harus dimaksimalkan dengan kemenangan. ’’Insya Allah bisa,’’ tegasnya.

Sementara itu, pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman mengakui cukup sulit meraih kemenangan atas Arema FC. Bagi dia, dua gol pada babak pertama merupakan kunci dari hasil tiga poin tadi malam.

’’Dua gol itu membuat pemain percaya diri dan alhamdulillah berhasil mempertahankan kemenangan,’’ tuturnya.

Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur itu, selain daya juang pemain, strategi pressing di lini tengah adalah kunci kemenangan timnya. ’’Jika dapat bola, kami lempar ke kedua sayap. Alhamdulillah Beni dan Umanailo bisa mengeksplor dua daerah itu,’’ ujarnya.

Walau menang, Barito Putera harus bertengger di posisi kedua klasemen sementara grup A. Mereka berada di bawah PSIS Semarang. Sebab, dalam pertandingan sore kemarin, PSIS mampu mengalahkan Persikabo 1973 dengan skor 3-1.



Source link