Momen Bersejarah, Paus Fransiskus Bertemu Pemimpin Syiah Irak di Najaf

oleh -28 views


tribunpagi.com – Momen bersejarah terjadi di Irak. Paus Fransiskus bertemu pemimpin Syiah Irak Ayatollah Ali al-Sistani di Kota Suci Najaf, Irak. Dalam pertemuan bersejarah itu, Paus Fransiskus meminta kepada Al-Sistani agar umat Islam merangkul orang-orang Kristen di Irak yang terkepung.

Ayatollah Ali al-Sistani merupakan salah satu pemimpin paling senior Islam Syiah di Irak. Dalam pertemuan dengan Paus Fransiskus di Kota Suci Najaf di Irak, kedua sosok menyampaikan pesan hidup berdampingan secara damai. Diharapkan umat Islam merangkul minoritas Kristen yang telah lama terkepung di Irak.

Pertemuan bersejarah pada Sabtu (6/3) di rumah sederhana Al-Sistani membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk terealisasi. Setiap detail didiskusikan dan dinegosiasikan dengan susah payah antara pihak kantor Al-Sistani dan Vatikan.

Setelah pertemuan tersebut, Al-Sistani menegaskan bahwa otoritas agama di Irak memiliki peran dalam melindungi umat Kristen di Irak dan mengatakan mereka harus hidup damai dan menikmati hak yang sama seperti warga Irak lainnya.

Sementara itu, Vatikan mengatakan Paus Fransiskus berterima kasih kepada Al-Sistani dan umat Syiah karena telah mengangkat suaranya untuk membela yang paling lemah dan paling teraniaya selama periode paling kejam dalam sejarah Irak baru-baru ini. Paus Fransiskus mengatakan pesan perdamaian Al-Sistani yakni kesucian hidup manusia dan pentingnya persatuan rakyat Irak.

Rombongan Paus Fransiskus dengan kendaraan anti peluru berhenti di Jalan Rasool Najaf yang sempit, dan mengarah ke puncak di Kuil Imam Ali berkubah emas, salah satu situs yang paling dihormati di dunia untuk Muslim Syiah. Paus Fransiskus kemudian berjalan beberapa meter ke rumah sederhana Al-Sistani yang disewa oleh pemimpin Syiah Irak tersebut selama beberapa dekade.

Sejumlah warga Irak yang mengenakan pakaian tradisional menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Saat mendekati pintu, beberapa ekor merpati putih dilepaskan sebagai tanda perdamaian.

Pertemuan tertutup itu untuk membahas masalah-masalah yang melanda minoritas Kristen di Irak. Al-Sistani adalah tokoh yang sangat dihormati mayoritas Syiah Irak dan pendapatnya tentang agama dan masalah lainnya menjadi rujukan oleh Muslim Syiah di seluruh dunia.

Untuk minoritas Kristen Irak yang semakin berkurang, unjuk rasa solidaritas dari Al-Sistani dapat membantu mengamankan posisi mereka di Irak setelah bertahun-tahun mengungsi. Dan, mereka berharap tak lagi ada intimidasi dari kelompok bersenjata Syiah terhadap komunitas mereka.

Kunjungan Paus Fransiskus di Irak disiarkan langsung di televisi Irak. Dan, penduduk menyambut dengan sukacita pertemuan dua pemimpin agama yang dihormati tersebut.

Osama Bin Javaid dari Al Jazeera, mengatakan itu adalah momen yang sangat bersejarah. “Al-Sistani adalah pemimpin yang sangat penting. Dan, Paus Fransiskus sedang mencari dukungan dari komunitas Syiah Irak untuk memastikan bahwa populasi Kristen di Irak yang menyusut tidak hanya dilindungi, tetapi juga bisa berkembang,” sebutnya seperti dilansir Al Jazeera.

Sementara itu, Marsin Alshamary, seorang peneliti di Brookings Institution, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa itu adalah pertemuan yang sangat penting. “Masyarakat Irak sudah lelah dengan konflik dan ini adalah saat yang tepat untuk melakukan kunjungan dan mewujudkan perdamaian,” katanya.

“Tetapi penting untuk menyadari bahwa kunjungan ini bukan sekadar simbolis dan itu lebih dari cukup. Kunjungan Paus ke Irak untuk pertama kalinya dalam sejarah adalah suatu kehormatan dan hal yang luar biasa untuk terjadi. Dan orang Irak sangat senang menjadi tuan rumah bagi Paus,” sebutnya.

Setelah pertemuan 55 menit dengan Al-Sistani, Paus Fransiskus menuju ke reruntuhan Ur kuno di Irak selatan. Tempat itu dihormati sebagai tempat kelahiran Abraham, Bapa dari Yahudi, Kristen, dan Islam.

Paus Fransiskus tiba di Irak pada Jumat (5/3) dan bertemu dengan pejabat senior pemerintah pada kunjungan pertama Kepausan ke negara itu. Kunjungan itu bertujuan untuk persaudaraan yang lebih besar di antara semua orang. Ini juga perjalanan internasional pertama Paus Fransiskus selama pandemi Covid-19. Dan, pertemuannya pada Sabtu (6/3) menandai pertama kalinya seorang Paus bertemu dengan seorang Ayatollah Agung.

Warga Irak menyambut baik kunjungan tersebut dan itu menjadi wujud perhatian internasional yang telah diberikan kepada negara itu saat berjuang untuk pulih dari perang dan kerusuhan selama beberapa dekade. Irak menyatakan kemenangan atas ISIS pada 2017, tetapi masih mengalami serangan sporadis.



Source link