Kasus Baru Covid-19 Varian B117 Ditemukan di Empat Provinsi

oleh -52 views


tribunpagi.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengumumkan pasien yang terpapar SARS-CoV-2 jenis B.1.1.7 (B117) atau varian baru.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, ada empat orang yang terkonfirmasi terpapar virus korona varian baru tersebut. Empat orang itu berasal dari Palembang (Sumatera Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Medan (Sumatera Utara), dan Kalimantan Selatan. Untuk provinsi yang disebut terakhir, Menkes tidak menyebutkan kotanya. Dia hanya menjelaskan, identifikasi tersebut merupakan hasil kerja sama laboratorium Kemenkes dan Kemenristek/BRIN.

Empat orang itu dinyatakan positif Covid-19 pada waktu yang berbeda.

Pasien dari Palembang diketahui positif pada 11 Januari. Kasus di Kalimantan Selatan terkonfirmasi positif pada 6 Januari. Lalu, kasus di Balikpapan terkonfirmasi pada 12 Februari dan Medan pada 28 Januari.

”Mereka sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit,” kata Budi. Sebagai tindak lanjut, Kemenkes melakukan surveilans di kota masing-masing yang terdapat kasus varian baru. Lalu, dilakukan tes terhadap kontak erat pasien.

Budi juga memaparkan hasil tindakan dua kasus varian baru di Karawang yang datang dari Arab Saudi. Semua orang yang melakukan kontak erat dengan dua orang tersebut sudah dites dan hasilnya negatif.

Budi mengapresiasi sistem karantina untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Berkat isolasi yang mereka lakukan, dua orang yang baru datang dari Arab Saudi itu tidak keluar dari bandara. Karena menunjukkan gejala, mereka langsung dikirim ke rumah sakit.

Dalam kesempatan lain, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, virus baru itu memang lebih cepat menular. Namun, tidak lebih mematikan daripada virus sebelumnya. ”Mutasi pada tanduk mengakibatkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran,” ujarnya. Karena itu, Nadia mengimbau masyarakat agar semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) belum mengetahui pasti varian baru virus Covid-19 atau B117 di Sumut. Meski begitu, masyarakat diminta tidak panik. ’’Mungkin saja (B117), tapi sejauh ini belum ada informasi,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan saat dihubungi Sumut Pos via telepon tadi malam.

Menurut Alwi, pihaknya akan terus memantau perkembangan varian baru Covid-19 itu. Pemantauan dilakukan dengan mengamati penyakit pada warga yang terindikasi terinfeksi Covid-19. Jika ada indikasi B117, tentu ada upaya pencegahan yang terukur. ’’Upaya mencegah persebaran virus korona ya tetap dengan protokol kesehatan Covid-19,’’ sebutnya.

Vaksin AstraZeneca Tiba

Kemarin (8/3) vaksin tahap keenam tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Berbeda dengan sebelumnya, vaksin itu diproduksi AstraZeneca. Jumlahnya 1,1 juta dosis. Vaksin tersebut merupakan hasil jalur multilateral.

’’Kami berupaya mengamankan kebutuhan dalam negeri,’’ ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menurut dia, Indonesia menyuarakan equal access to vaccines for all atau kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. ’’Upaya multilateral ini mulai membuahkan hasil,’’ kata Retno. Pengiriman pertama vaksin multilateral dilakukan mulai akhir Februari. Sebanyak 1,1 juta vaksin itu merupakan bagian awal. Pada batch pertama, Indonesia akan menerima 11.704.800 vaksin jadi. ’’Pengiriman batch pertama dilakukan hingga Mei 2021,’’ jelasnya.

Sejumlah kementerian dan lembaga mulai menjalankan program vaksinasi Covid-19 untuk para pegawainya. Di antaranya, vaksinasi terhadap sekitar 3.000 aparatur sipil negara (ASN) Kemenag di Jakarta kemarin. Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi itu.

’’Vaksinasi ini wajib diikuti seluruh ASN Kemenag,’’ katanya. Sebab, vaksinasi tersebut bagian dari ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. Menurut dia, vaksinasi Covid-19 menjadi tanggung jawab para ASN sebagai pelayan masyarakat. Dengan begitu, tidak boleh ada alasan menolak untuk divaksin. Apalagi, sudah ada sertifikat halal yang dikeluarkan Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag.

Vaksinasi untuk para ASN juga dilakukan di Kemendikbud. Panitia pelaksana vaksinasi pegawai Kemendikbud dari Seknas Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Jamjam Muzaki mengatakan, vaksinasi di Kemendikbud dilaksanakan empat hari. Yaitu, 8–10 Maret dan 12 Maret depan. Target sasaran vaksinasi sebanyak 8.750 orang.

Pada bagian lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah kembali memperpanjang PPKM berskala mikro hingga 22 Maret. Penerapan PPKM mikro juga diperluas di tiga provinsi. Yakni, Kaltim, Sulsel, dan Sumut.

Perluasan itu dipicu kenaikan kasus Covid-19 yang cukup tinggi di tiga provinsi tersebut. ”Kalau kita lihat secara keseluruhan, PPKM (mikro) berhasil menekan laju pertambahan kasus aktif. Indikatornya, bed occupancy ratio (BOR), tingkat kesembuhan, dan kematian tingkat nasional maupun tujuh provinsi pelaksana PPKM mikro,” jelasnya.

Baca juga: Kontak Erat dengan PMI Terinfeksi B117, Warga Brebes Jalani Isoman

Airlangga memastikan, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari akibat terinfeksi Covid-19 mendapat beras gratis 20 kg. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan TNI dan Polri. Selain itu, pemerintah akan membagikan masker kain kepada masyarakat desa.

Pemerintah juga masih melarang ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN/BUMD untuk keluar daerah pada masa liburan Isra Miraj dan Hari Raya Nyepi. ”Pegawai swasta juga diimbau tidak melakukan kegiatan di luar daerah,” tambahnya.

Lantas, kapan PPKM berakhir? Airlangga menyebutkan, PPKM mikro akan terus berjalan dan sifatnya dinamis. Pemerintah juga terus memonitor dampak PPKM dibarengi dengan pelaksanaan vaksinasi.

”Kapan PPKM mikro dihentikan? Sesudah dalam tanda petik herd immunity tercapai dan kalau daerah-daerah tersebut (yang melaksanakan PPKM mikro) minimal semuanya sudah mencapai kuning atau hijau,” jelas Ketum Partai Golkar tersebut.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 



Source link