Kasus Anak Hilang, Psikolog Minta Keluarga Hilangkan Trauma Ara

oleh -26 views


tribunpagi.com–Kasus hilangnya Ara, bocah 7 tahun asal Karanggayam menjadi perhatian banyak pihak.

Salah satunya adalah Rudi Cahyono, dosen dan ketua Pusat Terapan Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Rudi mengingatkan seluruh pihak untuk bekerja sama menghilangkan trauma dari Ara yang diculik saudaranya sendiri.

Menurut dia, langkah pertama adalah melakukan identifikasi dampak dari penculikan tersebut secara psikologis. Dia mengingatkan orang dewasa di sekitar anak sangat rentan untuk menimbulkan atau menguatkan trauma atas peristiwa yang dialami anak.

”Jadi, jika tidak terlalu paham, disarankan orang dewasa di sekitar anak tidak ikut mendramatisir suasana. Karena bisa jadi sebelumnya efeknya tidak terlalu traumatik secara psikologis, tapi setelah banyak orang yang menanggapinya secara dramatis dan langsung ditangkap anak, efek traumatisnya menjadi menguat. Itu yang harus diperhatikan,” tegas dia pada Senin (29/3).

Selain itu, menurut Rudi, pencegahan trauma akan tergantung pada dampak psikologis anak. Bila tidak ada perlakuan yang menyakitkan, dampak psikologisnya tidak terlalu berat.

”Jadi sekali lagi, jangan sampai orang di sekitarnya justru memperparah dampak psikologisnya. Anak itu punya kemampuan untuk resilien selama orang dewasa tidak mendramatisirnya,” ucap Rudi.

Bila ada trauma psikologis, Rudi berharap Ara ditangani tenaga profesional. Misalnya, psikolog. Untuk saat ini, dia meminta seluruh pihak untuk menjaga suasana yang menyenangkan. Karena Ara hilang saat bermain, Rudi berpesan kepada orang tua untuk tidak memarahi anak dan memberikan peringatan atau ancaman melarang anak bermain.

”Anak perlu diajak bercerita dengan suasana yang tetap menyenangkan, netral. Kemudian baru bisa diberikan imbauan untuk berhati-hati dalam bermain, selalu minta izin dan ada aturan waktu serta jarak dalam bermain,” tutur Rudi.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link