Jaksa Sebut Djoko Tjandra sebagai Pelaku Utama dan Dituntut 4 Tahun

oleh -37 views


tribunpagi.com – Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung tidak sependapat dengan permohonan Djoko Soegiarto Tjandra untuk menjadi justice collaborator. Sebaliknya, sebagai aktor utama perkara suap, Djoko dituntut hukuman empat tahun penjara.

Hal itu disampaikan jaksa dalam pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin (4/3).

Jaksa menilai Djoko Tjandra bersalah dalam perkara suap terhadap penyelenggara negara untuk pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Penyelenggara negara yang dimaksud tidak lain adalah Pinangki Sirna Malasari yang juga mantan jaksa.

”Menyatakan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” ungkap jaksa Zulkifli. Selain hukuman pidana penjara selama empat tahun, jaksa meminta majelis hakim memberikan hukuman tambahan berupa denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam persidangan tersebut, JPU tegas menyatakan bahwa terpidana kasus cessie Bank Bali itu tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi. Hal itu pulalah yang menjadi alasan pemberat bagi Djoko Tjandra. ”Tidak ada alasan pemaaf maupun alasan pembenar bagi perbuatan atas diri terdakwa,” terang Zulkifli.

Permohonan terdakwa untuk menjadi justice collaborator dalam perkara tersebut, menurut jaksa, tidak dapat diterima. Peran Djoko Tjandra sebagai pelaku utama sudah terungkap dalam fakta persidangan. Di antaranya, Djoko Tjandra sebagai pelaku yang melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap USD 500 ribu kepada Pinangki. ”Yang diberikan melalui Heriyadi Anggakusuma dan Andi Irfan Jaya kepada Pinangki Sirna Malasari yang merupakan pegawai negeri dan jaksa pada Kejagung,” bebernya.

Tidak hanya itu, jaksa membeber peran Djoko Tjandra yang sudah dibuka dalam persidangan lain. Yakni, memberi suap kepada penyelenggara negara di institusi Polri, Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo. Total SGD 200 ribu dan USD 370 ribu diberikan Djoko Tjandra kepada Napoleon melalui Tommy Sumardi. ”Dan sebesar seratus ribu dolar Amerika Serikat yang diserahkan melalui Tommy Sumardi kepada Prasetijo,” jelas jaksa.

Lebih dari itu, jaksa menyatakan bahwa Djoko Tjandra bersama Pinangki dan Andi Irfan Jaya sudah merancang permufakatan jahat untuk menyuap pejabat Kejagung dan MA. ”DST (Djoko Tjandra, Red) juga telah melakukan permufakatan jahat dengan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya untuk memberikan hadiah atau janji sebesar USD 10 juta kepada pejabat Kejagung dan MA,” jelasnya.

Baca juga: Djoko Tjandra Hadapi Tuntutan Dua Perkara Suap

Sementara itu, Soesilo Aribowo selaku penasihat hukum Djoko Tjandra mengatakan, tuntutan yang disampaikan JPU kemarin hanya copy paste dari dakwaan Pinangki. ’’Mereka (JPU) keliru meletakkan posisi Joker (Djoko Tjandra) sebagai pelaku utama. Dia sebenarnya korban,’’ ungkap Soesilo kepada Jawa Pos.

Karena itu, dalam sidang berikutnya pada 15 Maret dengan agenda pembacaan pleidoi, pihaknya akan menyampaikan secara terperinci.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 



Source link