Cegah Covid-19, Simulasi Mulai Anak Berangkat sampai Pulang Sekolah

oleh -74 views


tribunpagi.com – Anak-anak bisa mulai belajar tatap muka lagi di sekolah setelah seluruh guru sudah selesai divaksinasi. Namun setiap sekolah tetap harus mengatur simulasi terlebih dahulu dan melihat zonasi penularan Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan sebanyak 14 persen anak menyumbang kasus Covid-19 nasional. Maka dari itu dalam pembukaan sektor pendidikan, pembelajaran tatap muka harus mengikuti tahapan mulai dari prakondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat-daerah dan monitoring evaluasi. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah yang memberikan izin pembukaan aktivitas tatap muka terbatas, betul-betul membuat simulasi yang diatur ketat.

“Pastikan semua kondisinya siap saat simulasi, mulai dari anak-anak sekolah berangkat dari rumah menuju sekolah, aktivitas di sekolah sampe selesai, kembali lagi ke rumah,” katanya secara virtual, Selasa (30/3).

Baca juga: Covid-19 pada Anak Paling Banyak Terjadi di Rentang Usia 7-12 Tahun

Prof Wiku menegaskan semua proses itu harus dalam tatanan baru yang aman. Anak tetap produktif tapi aman Covid-19. Sehingga tak terjadi penularan kepada anak-anak, guru, dan lingkungannya termasuk rumah.

“Kalau sudah bisa, tentu tiap daerah bisa beda-beda karena kondisinya berbeda. Inilah tugas tanggung jawab dari satgas daerah dengan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tentunya menjadi alat kita pastikan kebijakan di daerah bisa jalankan sesuai arahan pusat,” katanya.

Prof Wiku menjelaskan sejauh ini peta zonasi penularan Covid-19 sudah relatif membaik dibanding sebelumnya. Relatif sudah lebih banyak zona kuning dan oranye.

“Dan ini harus tetap dijaga dan diperbaiki agar hijau, dan PTM perhatikan zonasi seperti ini di tingkat kota dan kabupaten,” katanya.

Maka sekolah siap dibuka kemudian dilakukan tatap muka sesuai simulasi yang pas. Prof Wiku menambahkan kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat di Indonesia harus disikapi dengan bijaksana, produktif, dan aman dari Covid-19.

“Pasti melakukan 3M, 3T, dan vaksin. Supaya betul-betul ketahanan kesehatan masyarakat terutama anak-anak sekolah bisa terjaga dan produktif, dan orang tua murid dan masyarakat secara umum jg bisa merasa aman dan nyaman jalankan kegiatan yang terkendali tersebut,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link