Bejo Sebatas Mendaftarkan ke SSB, Rian Berkembang Sendiri

oleh -51 views


Bejo Sugiantoro tak pernah memuji Rachmat Irianto, bahkan selalu menyiapkan catatan berbagai kekurangan sang putra dalam sebuah laga. Hanya soal makanan, sang putra harus manut: capcai dan puyunghai.

FARID S. MAULANA, Surabaya, Jawa Pos

KALAU berkesempatan bertemu dengan Rachmat Irianto, coba tanya kapan sang ayah terakhir memuji penampilannya? Dia akan menjawab cepat dan tegas, ”tidak pernah”. Termasuk setelah Rian –sapaan akrab Rachmat Irianto– tampil prima dalam dua uji coba tim nasional (timnas) U-23 belum lama ini sekalipun, Bejo Sugiantoro, ayahandanya, kukuh dengan prinsipnya. Padahal, di dua laga melawan PS Tira Persikabo dan Bali United itu, Rian yang menyandang ban kapten berhasil mengomandani lini belakang hingga hanya kebobolan satu gol.

”Walau main sebagus apa pun, saya harus siap menerima kritikan dari ayah,” kata penggawa Persebaya Surabaya tersebut.

Barangkali itulah risiko anak seorang mantan pesepak bola hebat.

Apalagi, posisi Rian sekarang di jantung pertahanan sama dengan yang ditempati sang ayah dulu. Baik semasa di klub –yang mayoritas dihabiskannya di Persebaya– maupun di timnas.

Bejo bisa mencatat dengan detail setiap kekurangan sang putra. Jadilah, setiap Rian menelepon sehabis tampil dalam sebuah laga, Bejo sudah siap dengan catatannya. ”Biasanya, saya tanya salahmu berapa di pertandingan sore atau malam ini? Seumpama Rian bohong, saya pasti tahu,” ungkap Bejo dalam wawancara terpisah.

Cara Bejo mendidik Rian di lapangan hijau itu dilakukan sejak sang buah hati masih menimba ilmu di SSB (Sekolah Sepak Bola) Indonesia Muda (IM), klub internal Persebaya, hingga masuk Persebaya di Liga 2 dan Liga 1 saat ini. ”Saya jarang memuji dia. Sebab, menurut saya, kritikan justru bisa membuat dia maju. Main bagus pun jadi bagian dari kritik itu tadi,” ujar asisten pelatih Persebaya tersebut.

Pada masa jayanya, Bejo adalah libero elegan. Penampilannya tenang, penempatan posisinya bagus, dan cara pengambilan bolanya juga halus. Rian yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan punya banyak kemiripan gaya main dengan sang ayah. Terutama dalam ketenangan dan pengambilan bola.

Sejak penampilan primanya di SEA Games 1997 (kala itu yang main masih timnas senior), Bejo tak tergantikan di lini pertahanan timnas sampai awal 2000-an. Pada masa-ma sa itu, timnas dan klub biasanya memakai pola 3-5-2 dengan sistem libero.

Bejo menyatakan tak pernah mengarahkan sang anak menjadi pesepak bola. Kecintaan Rian pada lapangan hijau tumbuh alami. ”Mungkin karena sejak kecil dia selalu di lapangan, nonton ayahnya main, ikut ketika saya latihan. Akhirnya, dengan sendirinya, minat itu ada,” jelasnya.

Ketika minat itu muncul, Bejo mendaftarkan Rian masuk IM saat kelas V SD. Hanya di situ saja. Perannya hanya mendaftarkan. Setelah itu, Rian yang membela Persebaya sejak 2017 bisa berkembang dengan sendirinya.

Bejo tak pernah ikut campur atas prestasi Rian selama junior. Mengantar Rian untuk seleksi saja, dia tak pernah mau. Alasannya sederhana. Dia tak ingin Rian lolos seleksi karena bayang-bayang nama besarnya.

Malah Bejo jarang memberikan materi latihan pribadi kepada Rian. Sebab, Bejo merasa anaknya jadi manja. ”Kalau keras sedikit, marah dan protes. Rupanya, dia memang tidak mau saya latih,” ungkapnya, lantas tersenyum.

Rian pun tak membantah hal tersebut. Menurut dia, sang ayah sangat galak ketika melatihnya dulu saat kecil. ”Iya, males saya dimarahin terus,” katanya, lalu tergelak.

Buah dari cara sang ayah mendidik itu mulai dia rasakan sekarang. Dia termotivasi untuk selalu bisa lebih baik setiap hari.

Bejo mengaku sebatas memberi arahan. Tepatnya posisi di lapangan. Rian mengawali karier di sepak bola sebagai striker atau winger. ”Karena dia sudah remaja, saya bilang bahwa main di depan akan dihantam orang. Mending main di belakang saja. Akhirnya, dia nyaman di center back dan gelandang bertahan sekarang,” ujar suami Yetty Rachmawati tersebut.

Sedari awal, Bejo paham Rian pasti ingin main di Persebaya. Karena itu, sebelum bergabung, dia meminta sang anak merantau. ”Itu sebelum Persebaya diakui (PSSI). Dia merantau di Frenz United (Malaysia) agar punya CV (curriculum vitae) bagus. CV itu akan berguna ketika kembali ke Persebaya ketika diakui saat itu,” kenangnya.

CV itulah yang memang akhirnya menjadi senjata pribadi Rian. Senjata yang membawanya masuk ke Persebaya tanpa embel-embel sang ayah sebagai legenda di klub berjuluk Green Force tersebut.

Sampai saat ini, Rian memperkuat Persebaya berkat kemampuannya. Sama sekali tak ada perlakuan khusus hanya karena dia adalah anak Bejo, legenda yang dua kali mengantar Persebaya juara Liga Indonesia. ”Saya bersikap profesional. Kalau mau berprestasi, jangan hanya bawa nama ayah. Artinya, harus bagus di latihan agar bagus juga di pertandingan,” tutur Rian.

Bejo menegaskan, seluruh keputusan Rian dimainkan atau tidak berada di tangan pelatih Persebaya Aji Santoso. Sebagai asisten pelatih, perannya hanya membantu Aji. ”Kalau Rian main di belakang, saya arahkan. Kalau di tengah, ya Uston (Nawawi, asisten pelatih Persebaya lainnya, Red) yang arahkan,” jelasnya.

Didikan Bejo akhirnya memang turut membentuk mental dan karakter Rian. Bahkan, untuk urusan menikah saja, Rian mengikuti jejak sang ayah dengan menikah pada usia muda agar punya tanggung jawab dan berfokus pada karier.

Namun, Bejo menuturkan, sebelum menikah, Rian tahu cara membagi waktu. Kapan harus istirahat dan kapan waktu untuk bermain. ”Kalau soal makanan, ya memang ikut ayahnya. Selesai latihan, menu wajibnya capcai dan puyunghai. Karena itulah, badannya Rian seperti itu,” ungkapnya.

Baca juga: Menikah di Usia 21, Termuda Penyandang Status Suami di Persebaya

Soal karier Rian ke depan, Bejo sama sekali tak mau ikut campur. Bagi dia, sang anak punya impian sendiri sebagai pemain profesional. Entah tetap bermain di Persebaya atau memilih berkarier di luar negeri. ”Itu masuk di buku catatan dia sendiri,” katanya.

Konsentrasi Rian saat ini tercurah penuh ke Persebaya yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Menpora. Siapa tahu, jika Rian bisa tampil bagus di turnamen yang dimulai 21 Maret mendatang tersebut, sang ayah akhirnya akan memujinya.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link