Baru Dibangun, Tanggul Kali Lamong di Cerme Jebol Lagi

oleh -40 views


tribunpagi.com – Belum lama tanggul di Desa Tambakberas, Cerme, dibangun, kemarin (16/3) bendungan penahan luberan air Kali Lamong itu jebol lagi. Maklum, arus air Kali Lamong yang datang dari hulu sangat deras. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir, hujan juga mengguyur wilayah Gresik.

Tak pelak, jebolnya tanggul tersebut membuat Kali Lamong memuntahkan airnya ke sawah, tambak, dan area permukiman warga. Bahkan, akses pun menjadi terputus. Warga setempat yang ingin keluar desa terpaksa menggunakan perahu karet. Sebab, air sangat tinggi dan arus sangat kencang.

Camat Cerme Suyono menjelaskan, tanggul Kali Lamong di wilayahnya itu jebol lantaran debit air cukup besar. ’’Sebetulnya tanggul itu digunakan untuk menahan air agar tidak sampai menggenangi area tambak. Karena itu, saat jebol pada banjir sebelumnya, tanggul langsung diperbaiki. Ternyata, kali ini banjir membuat tanggul kembali jebol,” ujarnya.

Belakangan, intensitas hujan memang cukup tinggi. Akibatnya, Kali Lamong tidak sanggup lagi menampung air. Luapannya pun semakin luas. Saat ini, lanjut Suyono, pihaknya masih fokus mengevakuasi warga. Sebab, akses jalan terputus di Desa Pandu. Dia mengatakan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik sudah menyediakan perahu untuk membantu aktivitas warga setempat.

’’Perbaikan tanggul itu belum bisa dipastikan. Sebab, perbaikan kan tentu menunggu air surut dengan menggunakan dana kedaruratan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, untuk kali kesekian banjir Kali Lamong kembali menerjang wilayah Gresik Selatan pada Sabtu lalu (13/3). Yakni, wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Kedamaean. Ada 23 desa yang terdampak. Sebetulnya luapan dari sungai sepanjang 64 kilometer itu berangsur surut pada Minggu (14/3). Namun, Kali Lamong meluap lagi. Baik karena kiriman air dari wilayah hulu Mojokerto dan Lamongan maupun intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Senin petang hingga malam (15/3), Bupati Fandi Akhmad Yani mendatangi sejumlah desa yang terdampak banjir Kali Lamong. Bupati didampingi Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito dan pejabat di tingkat kecamatan setempat. Desa yang didatangi bupati, antara lain, Desa Sambiroto, Balongpanggang; Desa Karangan Kidul, Benjeng; dan Desa Guranganyar, Cerme.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga memberikan bantuan berupa sembako. Selain itu, ketika bertemu warga, bupati menyatakan komitmen untuk dapat segera menormalisasi Kali Lamong. ’’Pak Bupati juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar Kali Lamong segera teratasi karena Pemkab Gresik segera melakukan penanggulan,’’ kata Camat Benjeng Suryo Wibowo kepada wartawan.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik mengungkapkan, jika tidak terkendala, pemerintah pusat mulai melaksanakan proyek normalisasi Kali Lamong pada April mendatang. Rencana itu lebih cepat karena awalnya diperkirakan baru dimulai pertengahan tahun. Namun, normalisasi Kali Lamong tersebut dilaksanakan bertahap. Dimulai dari wilayah hilir. Yakni, pembangunan tanggul di Desa Jono dan Tambakberas, Cerme. Pusat mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar.

Baca Juga: GeNose Diterapkan di Bandara Per 1 April, Masih Perlukah Tes Antigen?

Adapun wilayah tengah dan hulu dikerjakan kemudian karena masih harus menunggu penuntasan pembebasan lahan dan ketersediaan anggaran dari pusat. Untuk kebutuhan pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Gresik, di APBD 2021 telah dialokasikan Rp 38 miliar. Dari hasil studi LARAP, total kebutuhan anggaran untuk membebaskan lahan di sekitar Kali Lamong diperkirakan mencapai Rp 800 miliar.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link