Pemain Tim Juara Bertahan Qatar Menanti Panggilan Timnas Indonesia

oleh -46 views


tribunpagi.com-Satu lagi pemain muda Indonesia berhasil menembus kompetisi luar negeri. Namanya Khuwailid Mustafa. Pemain asal Aceh itu mendadak jadi perbincangan setelah dikontrak lima tahun oleh salah satu klub divisi teratas di Qatar, Al Duhail.

—–

Masih ingat nama Andri Syahputra? Pemain berbakat asal Indonesia yang memilih bergabung bersama timnas Qatar U-20 beberapa waktu lalu. ’’Membelot” dari tanah airnya karena merasa tidak mendapat perhatian dari PSSI dalam berkarir di luar negeri.

Jejak Andri mungkin bisa terulang pada diri Khuwailid Mustafa. Sama halnya dengan Andri, Khuwailid memang jauh dari sorotan media.

Namanya bahkan tidak pernah dipanggil dalam skuad timnas Indonesia level usia sejauh ini.

Tapi jangan salah, walau ’’tak dikenal”, prestasi pemain kelahiran 29 Januari 2000 itu cukup mentereng. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, dia sudah mendapat kontrak jangka panjang dari salah satu tim besar di Qatar, Al Duhail.

Khuwailid baru memulai karir di Qatar tahun lalu. Tepatnya pada November 2020. Al Duhail yang mengontrak jangka panjang melihat potensinya. Melihat skill-nya yang di atas rata-rata.

Nah, karena usianya masih muda, pemain kelahiran Lhokseumawe itu saat ini dipinjamkan ke klub kasta tertinggi Qatar lainnya, Qatar SC. Harapannya tentu saja agar Khuwailid mendapat banyak kesempatan bermain.

Jawa Pos berhasil menghubungi ayah Khuwailid bernama Mustafa Ibrahim. Mustafa saat ini berada di Qatar bersama sang anak. ’’Benar, saat ini Khuwailid dalam masa peminjaman ke klub Qatar SC sejak November 2020,’’ katanya.

’’Sekarang statusnya dikontrak klub Al Duhail lima tahun,’’ tambahnya.

Mustafa mengatakan, Khuwailid sudah mengenal dunia si kulit bundar sejak belia. Dia tumbuh di Qatar. Skill olah bolanya meningkat ketika bermain bersama salah satu komunitas Indonesia di sana.

Nah, selama bermain bersama tim komunitas tersebut, banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Tercatat pada musim 2019 pemain gelandang itu berhasil menggondol tiga trofi sekaligus. Yakni, Liga U-19 Qatar, Piala U-19 Qatar, dan Liga U-23 Qatar.

Selain itu, dia punya sederet catatan positif lainnya di level junior. Sebut saja menjadi pemain terbaik Al Khor Community Football Cup 2010, runner-up Qatar Star League 2011 bersama Lekhwiya SC U-11, dan peringkat ketiga Qatar Star League 2013 bersama Lekhwiya SC U-13.

Musim lalu, Khuwailid berhasil menorehkan prestasi tertingginya dengan ikut menjuarai Liga Qatar bersama Al Duhail. Saat itu, klub yang juga disebut Lekhwiya tersebut berhasil menempati posisi teratas dengan unggul tipis 1 poin atas pesaing terdekatnya, Al Rayyan.

Mustafa hanya menyayangkan, prestasi sang anak yang mentereng tidak pernah mendapat perhatian dari PSSI. Tapi, dia menegaskan sang anak tetap akan membela Merah Putih bagaimanapun juga. Tidak akan pindah warga negara. ’’Insya Allah, ya kalau dipanggil, alhamdulillah,’’ harapnya.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS