Meski Akui Tak Capai Target, Ranking Dunia Nomor 1 Indonesia Naik

oleh -27 views


tribunpagi.com-Pemain nomor satu Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mendapatkan hasil mengecewakan pada tiga turnamen pembuka 2021.

Jangankan mendapatkan gelar, Ginting bahkan tidak berhasil hanya sekadar mencapai final.

Pada Yonex Thailand Open 2020, Ginting bermain cukup baik dengan melaju sampai ke semifinal. Di babak empat besar, Ginting dihentikan pemain Denmark Viktor Axelsen dalam tiga game dengan skor 19-21, 21-13, dan 13-21.

Sayang, Ginting mengalami penurunan hasil yang sangat drastis pada Toyota Thailand Open 2020. Dia hanya melaju sampai babak kedua. Ginting kalah dari pemain Hongkong Lee Cheuk Yiu dalam rubber game dengan skor 19-21, 21-13, dan 12-21.

Untung saja, walau tumbang dini, Ginting tetap berhasil merebut tiket terakhir turnamen puncak akhir tahun, BWF World Tour Finals 2020. Namun, Ginting gagal lolos ke semifinal. Dia kalah dua kali pada fase grup A dari tangan Axelsen dan pemain asal Taiwan Chou Tien-chen.

Di laga ketiga, Ginting berhasil mengalahkan tunggal nomor satu Malaysia Lee Zii Jia. Hasil itu menempatkan Ginting pada peringkat ketiga klasemen akhir Grup A.

Pasca tiga turnamen tersebut, ranking dunia Ginting naik. Dari yang awalnya, berada di peringkat keenam, Ginting sekarang menggenggam posisi nomor lima dunia. Dia menggeser tunggal asal Tiongkok Chen Long yang turun ke peringkat keenam.

Sementara itu, tunggal Indonesia lainnya, Jonatan Christie gagal mencapai semifinal pada Thailand Open I dan II serta menembus World Tour Finals. Jadi, dia tidak mengalami perubahan posisi ranking dunia. Jonatan masih tertahan di peringkat tujuh.

Yang melesat signifikan adalah Axelsen. Dua gelar di Thailand Open I dan II serta keberhasilan menembus final World Tour Finals membuat peraih perunggu Olimpiade Rio 2016 tersebut naik dua peringkat ke posisi kedua. Dia mengumpulkan total poin 94.278 hasil dari 19 turnamen.

Bintang asal Jepang Kento Momota masih kukuh di peringkat pertama dunia. Momota mendulang 109.118 hasil dari 14 turnamen.

Menanggapi hasil buruknya di Thailand, Ginting mengatakan bahwa hal itu akan dia jadikan sebagai pengalaman untuk turnamen ke depan. Dia mengakui tidak meraih hasil sesuai target.

’’Saya merasa sangat kecewa. Saya ingin mencoba lagi dan melakukan yang terbaik. Bersiap untuk pertandingan lain dan tidak ingin membuat kesalahan,’’ ucap Ginting.

Di sisi lain, Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky mengakui bahwa hasil di Thailand belum memenuhi target. Dia menyebut, secara keseluruhan memang ada penurunan. Khususnya dari daya juang atlet. Namun, capaian Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sukses menjadi juara Thailand Open I sebenarnya di luar target PP PBSI.

’’Kecuali Greysia/Apriyani, dari sisi konsentrasinya mereka juga bisa konsisten, sampai akhirnya juara. Kalau yang lain masih terlihat goyah,’’ ujar Rionny. ’’Daya juang ada, tapi terlihat masih naik turun. Mau naik dan bangkit itu susah,’’ kata pria yang sebelumnya melatih ganda putra tim nasional Jepang itu.

Baca Juga:
Wawancara Herry IP, Terkait Performa Ganda Putra Indonesia di Thailand
Juara Dunia Junior Indonesia, Catat Loncatan Ranking Dunia Fantastis

Rionny menilai, hasil tersebut tidak lepas dari sisi nonteknis. Seperti stamina atlet. Apalagi, ini merupakan turnamen pertama yang digelar secara bubble system. Ke depan, BWF juga merencanakan hal serupa pada turnamen-turnamen berikutnya.

’’Bukan hanya soal teknis, tapi nonteknis seperti postur, tenaga, mungkin dari makanan, minuman, dan nutrisinya juga harus lebih oke,’’ ucap Rionny.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS