Diterpa Isu Kudeta, Partai Demokrat Harus Lakukan Konsolidasi Internal

oleh -22 views


tribunpagi.com – Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing berbicara dinamika di ruang publik terkait isu kudeta yang menerpa Partai Demokrat. Berdasar itu, Emrus berharap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum perlu melakukan konsolidasi internal partai.

Hal tersebut harus dilakukan untuk memperkuat soliditas seluruh kader Partai Demokrat yang saat ini sedang diterpa isu kudeta dan diduga oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Menurut hemat saya, agar DPP segera melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas dan kepemimpinan partai agar mampu mengelola pengaruh dan kepentingan dari berbagai kekuatan politik, baik yang datang dari kader maupun dari luar kader,” ujar Emrus kepada wartawan, Senin (8/2).

Baca juga: Demokrat Kaget, Tak Ada Angin Tak Ada Hujan Moeldoko Ingin Kudeta AHY

Oleh karena itu, perlu dilakukan komporomi politik oleh semua faksi yang ada di internal Demokrat, yang dilakukan dalam bentuk kesetaraan dan demokratis. “Sebab, politik itu merupakan seni berkompromi antarkekuatan politik. Tidak boleh terjadi ego faksi seperti merasa faksinya lebih utama dari faksi lain yang ada,” sebutnya.

Jika konsolidasi internal tidak dilakukan dengan sesegera mungkin. Maka bisa terjadi guncangan arus politik dari dalam dan dari luar partai semakin deras. Sehingga justru merugikan partai berlogo bintang mercy tersebut.

“Itu membutuhkan energi yang tidak sedikit dalam mengelolanya menjadi output politik ke depan dan semakin sulit membangun soliditas di internal partai dalam kurun waktu tertentu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa KSP Moeldoko sangat bernafsu menjadi Capres di Pemilu 2024 mendatang. Sehingga Moeldoko mengelar pertemuan di sebuah hotel dengan para kader Partai Demokrat untuk mengumpulkan kekuatan melakukan kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, AHY.

“Berdasarkan keterangan yang kami miliki, pembahasan utama yang disampaikan oleh pelaku gerakan dalam pertemuan itu adalah rencana mengusung KSP Moeldoko sebagai calon presiden 2024,” ujar Herzaky kepada wartawan, Rabu (3/2).

Herzaky menambahkan, Moeldoko menyadari tidak bisa begitu saja menjadi Capres di Pemilu 2024. Sehingga membutuhkan kendaraan politik dan yang disasar adalah Partai Demokrat caranya dengan membuat kongres luar biasa (KLB).

Menurut Herzaky, Moeldoko diduga membiayai akomodasi dan memberikan uang kepada kader-kader Partai Demokrat yang setuju untuk melakukan kudeta terhadap putra sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Ada yang mengundang, membiayai tiket pesawat, menjemput di bandara, membiayai penginapan, termasuk konsumsi,” ungkap Herzaky.

Saksikan video menarik berikut ini:



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS