Dari Sekian Banyak Calon Pemodal, ini Alasan Pemerintah Kepincut Tesla

oleh -32 views


tribunpagi.com – Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi mengungkapkan, pemerintah akan bertemu Tesla pekan depan dalam rangka menindaklanjuti proposal rencana investasi di Indonesia. Meskipun demikian, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto masih belum dapat menjelaskan terkait proposal yang dikirim Tesla dan rencana apa yang akan dilakukan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) tersebut di Indonesia.

Septian menyebut, jika Tesla sekadar mengambil bahan baku dari Indonesia, pihaknya tidak tertarik melakukan kerja sama atau menerima tawaran investasi tersebut. “Kalau mereka hanya mengambil bahan bakunya kita tidak tertarik, jadi kira-kira mungkin itulah,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/2).

Ia melanjutkan, Indonesia juga sudah menjalin upaya kerja sama dengan beberapa perusahaan lain terkait pengembangan pabrik baterai mobil listrik tersebut. Salah satunya dengan perusahaan LG Chem Ltd asal Korea Selatan. Selain itu, Indonesia juga telah bersepakat dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal Tiongkok.

Menurutnya, dari ketiga perusahaan tersebur, proposal dari Tesla yang paling menarik perhatian pemerintah. Sebab, Tesla memiliki teknologi yang terbaik di dunia.

“Kenapa? Karena menurut saya memang kalau saya lihat sepintas memang base technology yang akan mereka gunakan itu memang agak berbeda, jadi kenapa sebenarnya kalau dari kami sangat excited kerja sama dengan Tesla,” ungkapnya.

baca juga: IBH Jajaki Kerja Sama dengan Tujuh Calon Mitra Global

Ia menjelaskan, perusahaan Tesla memiliki teknologi teknologi baterai lithium terbaik untuk kendaraan listrik. Atas dasar itu, diharapkan SDM Indonesia bisa belajar banyak dari kerja sama dengan Tesla.

“Saya pikir nanti kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar nanti dari sini,” imbuhnya.

Septian menambahkan, tujuan pemerintah menjalin kerja sama dengan para produsen baterai lithium tadi adalah sekaligus untuk transfer teknologi. “Jadi mungkin nanti pekan depan kami akan diskusi langsung dengan mereka. Nanti akan melibatkan Antam, Inalum juga,” pungkasnya.

 



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS