Banjir Jabodetabek, LBH Jakarta: Evaluasi Kebijakan Infrastruktur

oleh -59 views


tribunpagi.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengingatkan Pemerintah pusat maupun daerah, untuk serius memastikan upaya penanggulangan bencana banjir yamg melanda wilayah Jabodetabek dengan mengevaluasi berbagai kebijakan pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Hal ini untuk memberikan jaminan pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Belum hilang dari ingatan kita dampak banjir awal tahun 2020 yang mengakibatkan kerugian material dan immaterial masyarakat. Banjir tahun lalu memicu gugatan warga kepada pemerintah, menunjukkan lemahnya upaya pencegahan dan mitigasi banjir pemerintah provinsi DKI Jakarta,” kata Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana dalam keterangannya, Jumat (12/2).

Arif menuturkan, jika tahun ini Pemerintah tidak sigap, dampaknya tentu akan lebih besar, mengingat saat ini penyebaran pandemi Covid-19 semakin meluas dan mengkhawatirkan. Meski bencana banjir berulang kali terjadi ditiap tahunnya, tetapi Pemerintah masih terus menyalahkan faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, maupun kenaikan permukaan air laut sebagai faktor utama penyebab banjir.

“Hal ini menunjukkan adanya faktor kegagalan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah dalam memahami persoalan banjir,” sesal Arif.

Dia memandang, Pemerintah telah lalai mengevaluasi dampak kebijakan maupun pembangunan infrastruktur yang tidak sebanding dengan daya dukung lingkungan. Sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan, seperti menurunnya permukaan tanah, menyusutnya ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai resapan air, hingga penurunan ketinggian permukaan tanah akibat swastanisasi air atau semakin tingginya air laut sebagai dampak reklamasi.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta, terdapat 42 RW dan 150 RT terdampak banjir yang tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Persentase RT terdampak ini sebesar 0,492 persen dari total RT di Jakarta sebanyak 30.470 RT.

“Banjir dengan ketinggian air mencapai 10-190 cm telah menyebabkan 150 Rukun Tetangga (RT) terdampak dan 223 Kepala Keluarga atau sebanyak 1.029 orang harus menyelamankan diri dengan mengungsi,” ungkap Arif.

Bencana banjir kali ini, sambung Arif, tentunya tidak hanya menyebabkan kerugian materil bagi masyarakat akibat rusaknya perabotan rumah tangga dan bangunan rumah akibat terendam banjir, tetapi juga menyebabkan masyarakat terlanggar haknya untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Jika merujuk pada Pasal 5 UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah diamanatkan untuk secara bersama-sama melakukan segala upaya pencegahan bencana banjir. Kemudian dalam Pasal 16 UU Penanggulangan Bencana juga mengamantkan Pemerintah untuk melakukan penanggulangan bencana dalam situasi sebelum bencana (Prabencana), adanya potensi bencana (Tanggap Darurat) maupun tindakan yang terjadi setelah bencana (Pasca Bencana).

“Apabila pemerintah melakukan kewajiban hukumnya sebagaimana yang diuraiakan di atas, pada saat potensi bencana banjir ini terjadi masyarakat dapat mengetahui peringatan bencana banjir, sehingga mereka dapat mempersiapkan untuk melindungi diri dan harta bendanya. Pemerintah dapat lebih efektif dalam memberikakan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan memberikan ganti kerugian terhadap masyarakat yang terdampak banjir,” tegas Arif.

Oleh karena itu, LBH Jakarta menuntut Pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi dan membenahi dampak kebijakan, maupun pembangunan infrastruktur yang tidak sebanding dengan daya dukung lingkungan sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan, sebagai faktor dominan penyebab banjir seperti halnya Swastanisasi Air Jakarta, Reklamasi, dan lain sebagainya.

“Mendesak pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk melaksanakan penanggulangan bencana pada tanggap darurat bagi korban banjir Jabodetabek yaitu pemenuhan hak atas kesehatan dan pencegahan penularan Covid-19,” tegas Arif.

Saksikan video menarik berikut ini:



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS