Apresiasi Pencairan Bantuan pada Korban Terorisme, Harap Anggaran Naik

oleh -27 views


tribunpagi.com-Anggota Komisi III DPR RI Bambang Dwi Hartono menyambut baik pencairan bantuan negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada korban terorisme.

Bagi Bambang DH, kompensansi untuk para ahli waris dan korban sangat penting. Oleh karena itu, politikus PDIP Perjuangan tersebut mendorong pemerintah menambah anggaran kepada LPSK.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan, dari 14 mitra kerja Komisi III DPR RI, LPSK adalah lembaga yang mendapatkan anggaran yang paling kecil. Hal ini terjadi karena para pemangku kebijakan belum mengetahui dan memahami keberadaan LPSK.

Padahal saat ini, kata Bambang DH, tugas LPSK bertambah banyak. Terutama setelah disahkannya Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban.

“Tentunya tugas LPSK bertambah. Jadi idealnya memang harus ada anggaran tambahan agar bisa menjalankan tugas tersebut secara optimal,” kata Bambang DH dalam siaran pers yang diterima tribunpagi.com.

Sebelumnya, pada Selasa (2/2) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 19 korban bom terorisme terdahulu.

Khofifah menyerahkan bantuan itu di Hotel Santika, Surabaya bersama Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtyas bersama KASI Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nurturyanto.

Secara keseluruh, korban yang telah teridentifikasi oleh BNPT mencapai 1.000 orang. Untuk saat ini, sudah diberikan kepada 215 korban dengan total kompensasi yakni Rp 3,2 Miliar.

Itu dengan rincian 250 juta untuk korban meninggal dunia, Rp 210 juta untuk korban luka berat, Rp 115 juta untuk korban sedang, dan Rp 75 juta untuk luka ringan.

Di Jatim ada 19 orang yang belum diberikan kompensasi. Mulai peristiwa JW Marriot (satu orang korban), bom Gereja Santa Maria Tak Bercela (tiga korban), bom Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (empat korban), bom gereja GKI Jalan Diponegoro (dua korban), bom Polrestabes Surabaya (empat korban), dan bom Bali 1 (lima korban).

Bambang DH menyambut baik bantuan pemerintah Jawa Timur. “Kerja sama semua pihak memang sangat dibutuhkan. Bu Khofifah sangat luar biasa memberikan support penuh kepada para korban. Terima kasih,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah mengatakan Pemprov akan memfasilitasi dengan gratis semua fasilitas kesehatan yang dibutuhkan korban.

Selain layanan kesehatan, Pemprov siap untuk membantu korban jika ingin melakukan penguatan di bidang ekonomi. Pemprov akan memberikan dukungan dan terbuka dalam membangun sinergi dengan pihak lain.

Bambang DH mengajak banyak pihak secara arif dan bijaksana menggali akar persoalannya. Mulai dari masalah kemiskinan, ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan masih banyak lagi.

“Ini PR kita semua sebagai bangsa yang bernegara dengan komitmen mewujudkan masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” kata Bambang DH.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS