Legenda AC Milan: Tim Masih Mengkhawatirkan untuk Raih Scudetto

oleh -42 views


tribunpagi.com – Peraih gelar campione d’inverno alias juara paro musim di Serie A biasanya berlanjut dengan scudetto. Dari periode setelah Calciopoli (2007–2008), hanya SSC Napoli yang dua kali gagal memanfaatkan campione d’inverno untuk meraih scudetto. Yaitu, pada 2015–2016 dan 2017–2018.

Musim ini, AC Milan yang berhak menyandang status itu kemarin (24/1). Predikat kali ke-17 yang diperoleh Rossoneri selama kiprahnya di Serie A. Kali terakhir AC Milan merengkuh scudetto Serie A (2010–2011) juga didahului dengan menyabet campione d’inverno.

Namun, giornata ke-19 di San Siro kemarin seperti memberikan warning bagi Gianluigi Donnarumma dkk. Sebab, momen istimewa AC Milan meraih juara paro musim ditandai dengan kekalahan telak, 0-3, oleh Atalanta BC.

Baca Juga: Alasan Mengapa Chelsea Akhirnya Memecat Frank Lampard

Perlu dicatat, tiga kekalahan Rossoneri musim ini terjadi di San Siro. Dua lainnya adalah diperdaya Juventus 1-3 pada giornata ke-16 (7/1) dan 0-3 kontra Lille OSC pada matchday ketiga fase grup Liga Europa (6/11/2020).

’’Tim kami masih rapuh,’’ ucap bomber AC Milan Zlatan Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia. Sebagai bagian dari skuad peraih scudetto 2010–2011, ucapan Ibra sangat penting bagi skuad asuhan Stefano Pioli.

Salah satu yang menjadi catatan Ibra adalah kedalaman skuad AC Milan musim ini tidak sama seperti sedekade lalu. Faktor itulah yang dianggap attacante 39 tahun tersebut sebagai handicap AC Milan merengkuh scudetto musim ini.

’’Hari ini (kemarin, Red) banyak bagian kami yang absen. Saat ada empat sampai lima pemain starter kami absen, para penggantinya belum memiliki banyak pengalaman, bahkan menit bermain di Serie A,” tutur Ibra.

”Tapi, ini bukan untuk dijadikan alasan (kekalahan AC Milan oleh Atalanta BC, Red),” imbuhnya.

Para pemain starter AC Milan yang absen, antara lain, il capitano sekaligus bek tengah Alessio Romagnoli, gelandang serang Hakan Calhanoglu, winger Alexis Saelemaekers, dan gelandang Ismael Bennacer.

Di sisi lain, Pioli berani memberikan starter kepada Soualiho Meite ketimbang Brahim Diaz, misalnya, yang lebih berpengalaman.

Meite adalah gelandang yang baru bergabung di bursa transfer Januari dengan status pinjaman dari Torino. Performa Meite pun mengecewakan dengan starter paling minim menyentuh bola (18 kali) sehingga langsung diganti oleh Brahim setelah turun minum.

Striker baru Mario Mandzukic juga mencatat debut kemarin. Hanya, turun 20 menit terakhir membuat striker 34 tahun itu tidak punya banyak waktu untk bereksplorasi.

”Sejauh ini, performa tim masih mengkhawatirkan untuk bisa meraih itu (scudetto, Red). Ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan,” ucap Alessandro Costacurta, legenda AC Milan, dalam analisisnya di Pianeta Milan.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS