Kickoff Liga 1 2021 Paling Ideal adalah Setelah Lebaran

oleh -20 views


tribunpagi.com – Menyadari sulit menggelar kompetisi baru pada Maret mendatang, PT LIB mengikuti rekomendasi dari sebagian besar klub Liga 1 dan Liga 2. Yakni, mempersiapkan musim baru diputar setelah Lebaran.

Artinya, kompetisi baru akan digelar sekitar akhir Mei atau awal Juni. Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggodok rancangan tersebut. Menyiapkan segala opsi agar kompetisi baru tidak mengalami kendala.

’’Kami menghitung waktu persiapan. Belum lagi soal aspek-aspek lain. Misalnya transportasi,’’ paparnya.

Baca Juga: CEO Persib Bandung Usulkan Liga 1 Ikuti Kalender Sepak Bola di Eropa

Transportasi jadi salah satu hal yang penting. Sebab, jika berkaca pada lanjutan kompetisi musim 2020, klub peserta Liga 1, misalnya, difokuskan di Pulau Jawa agar bisa melakukan pertandingan via jalur darat. Bahkan, LIB sempat akan meminjami dua bus untuk tiap klub di Liga 1.

Sementara itu, Liga 2 yang awalnya menggunakan format dua wilayah full kompetisi diubah menjadi format turnamen dengan empat grup. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan biaya selama pandemi korona.

Namun, khusus Liga 2, LIB sudah sempat melontarkan keinginan untuk kembali mengubah jadi format dua wilayah lagi di kompetisi baru.

Pria asal Bandung itu mengaku saat ini masih terus berdiskusi dengan timnya. Sambil memantau situasi pandemi korona. ’’Kami juga terus berkomunikasi dengan kepolisian agar bisa diberi izin keramaian jika diputar setelah Lebaran,’’ katanya.

Pasca-Lebaran memang dianggap waktu ideal oleh PSSI. Salah seorang anggota Exco PSSI Hasani Abdulghani menjelaskan, memutar kompetisi pada pertengahan Mei tak hanya memberikan banyak waktu kepada klub untuk mempersiapkan diri.

Ada kemungkinan kepolisian memberikan izin mengingat vaksinasi yang sudah berjalan saat ini.

Hasani menegaskan, jika Maret mendatang vaksinasi untuk masyarakat bisa berjalan baik, mungkin angka penularan pandemi korona bisa ditekan. ’’Nanti melihat angka setelah Lebaran itu. Naik atau tidak. Kalau turun, insya Allah sepak bola sudah diperbolehkan jalan,’’ katanya.

Dia berharap, sebelum liga digelar, dilaksanakan turnamen pramusim. Ajang tersebut sekaligus jadi test case penerapan protokol kesehatan yang sudah dirancang. ’’Untuk meyakinkan kepolisian bahwa sepak bola ini aman,’’ tegasnya.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS