Yang Berwenang, Tolonglah, Bagaimana Kali Lamong Ini

oleh -28 views


JawaPos.com – Tiap kali musim hujan tiba, pusing benar Dwi Setyo. Harus mulai memikirkan bagaimana menyelamatkan barang-barang di rumah. Dan, lebih penting lagi, ke mana mesti mengungsi.

“Mohon bagi para pemilik kebijakan atau kewenangan untuk segera menuntaskan masalah Kali Lamong ini,” kata Dwi, warga Perumahan Prisma Land, Guranganyar, Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Cerme adalah salah satu kecamatan di Gresik yang langganan terkena dampak Kali Lamong. Tiap tahun di musim hujan sungai ini memicu banjir besar di wilayah yang dialirinya.

Kali Lamong mengaliri tiga kabupaten di Jawa Timur (Gresik, Mojokerto, dan Lamongan), serta satu kota (Surabaya). Di musim hujan ini, Gresik dan Mojokerto yang paling parah terdampak.

Kali Lamong mulai meluap ke Perumahan Prisma Land Senin dini hari (14/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, kondisi air belum begitu tinggi.

Seperti kejadian banjir sebelum-sebelumnya, kawasan yang kali pertama terdampak luapan Kali Lamong adalah Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, keduanya juga di Gresik. Setelah itu, luberan air bergerak cepat ke timur menuju desa-desa di Kecamatan Cerme.

Baca juga: Butuh Tanggul Permanen dan Tampungan Air untuk Tangani Banjir Tahunan

’’Penghuni perumahan ini juga banyak yang memiliki anak usia balita. Karena itu, apabila banjir dan mengungsi, para orang tua ini kasihan kepada para balita,’’ ujar Dwi ketika ditemui Jawa Pos di rumah ketua RT.

Di Gresik bagian selatan, pantauan Jawa Pos, di beberapa lokasi ketinggian air masih mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. Di Perumahan Prisma Land, Guranganyar, sebanyak 270 rumah terendam. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Setiap musim hujan, lokasi perumahan tersebut memang menjadi langganan banjir luapan Kali Lamong.

Rahayu, warga lain, juga berharap pemerintah bertindak lebih cepat. Warga ingin banjir Kali Lamong yang menjadi momok setiap tahun segera berakhir. ’’Tolonglah Pak Presiden, Pak Menteri, Bu Gubernur, dan Pak Bupati, bagaimana Kali Lamong ini,’’ katanya sambil menghela napas.

Jangan Tanggul Saja

Belakangan wacana itu semakin terang. Di akhir pemerintahan Bupati Sambari Halim Radianto-Wabup Moh. Qosim, pusat sudah memasukkan Kali Lamong sebagai program prioritas nasional.

Kepala Bappeda Pemkab Gresik Hermanto T. Sianturi mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke pusat agar normalisasi Kali Lamong tidak hanya berupa pembangunan tanggul yang fungsinya sebatas menahan air atau menjadi jalur pembuangan menuju ke hilir atau ke laut.

Akan sangat bermanfaat kalau anggaran ratusan miliar bahkan triliunan rupiah itu juga ditambah pembangunan long storage atau tempat penampungan air. ’’Untuk penentuannya di mana tanggul dan di mana long storage, bergantung kondisi kontur di lapangan,’’ katanya.

Baca juga: Keruk Kali Lamong, Pemkot Surabaya Siagakan 11 Alat Berat

Herman menjelaskan, penampungan air tersebut bakal terkoneksi dengan embung-embung atau waduk di sekitar Kali Lamong. Dengan demikian, ketersediaan air yang melimpah di musim hujan ke depan diharapkan bisa diolah dan ditampung.

Namun, bagaimana konsep long storage itu sejauh ini belum dipastikan. Mulai bentuknya, kedalamannya, hingga cara menghubungkan dengan waduk-waduk lain yang sudah ada. Yang jelas, konsep teknis long storage tersebut baru akan diketahui setelah ada detail engineering design (DED). Nah, DED akan dikerjakan pada 2021. ’’Bersamaan dengan pembangunan tanggul di wilayah hilir,’’ paparnya.

Sementara itu, banjir Kali Lamong pernah menjadi bahasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ada beberapa faktor yang menjadi hambatan penanganan bencana tahunan itu sehingga kurang maksimal penanganannya. Di antaranya kewenangan antarlembaga dan pemerintah yang terbatas.

Aliran Kali Lamong melewati beberapa daerah. Kewenangannya berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Daerah atau kabupaten yang dilewati tidak memiliki kewenangan untuk menangani permasalahan pada aliran sungai tersebut.

Karena itu, penanganan masalah tahunan itu membutuhkan lintas kelembagaan. Khofifah menyatakan, kolaborasi antarlembaga sangat penting untuk menuntaskan masalah tersebut. ’’Tentu, masing-masing bergerak bersama dengan mempertimbangkan kewenangannya,’’ ungkapnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 



Berita ini telah tayang di jawapos