Yakinkan Warga, Gubernur Khofifah Siap Jadi Penerima Vaksin Pertama

oleh -45 views


tribunpagi.com–Upaya meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman dan halal terus dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dia menyatakan siap menjadi orang pertama di Jatim yang disuntik vaksin Covid-19.

Rencananya, vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech tersebut datang di Jawa Timur pada pekan pertama Januari 2021. Khofifah menyebut, Jatim mendapatkan jatah sebanyak 317.000 dosis vaksin.

”Saya siap divaksin pertama untuk Jawa Timur,” ungkap Gubernur Khofifah saat Media Gathering di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (26/12).

Khofifah meyakini tidak sedikit masyarakat yang masih ragu untuk divaksin. Dia berharap keputusannya tersebut bisa membuat masyarakat Jatim makin yakin dan percaya jika vaksin yang disuntikkan aman.

”Vaksin ini diharapkan mampu membawa Jawa Timur dan Indonesia lepas dari pandemi Covid-19. Sehingga, roda perekonomian, pendidikan, pemerintahan, peribadatan, sosial, dan sebagainya bisa berjalan kembali normal seperti sedia kala,” ujar Khofifah.

Terkait jumlah dosis yang diperoleh Jatim, Khofifah mengatakan, jumlah tersebut kurang lebih ada sebanyak 158.000 orang yang akan divaksin. Sebab, satu orang harus divaksin sebanyak dua kali dalam rentang waktu 14 hari.

”Untuk prioritas penerima vaksin yakni bagi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan Covid-19, TNI-Polri, serta guru,” terang Khofifah.

Ketika disinggung soal distribusi vaksin, Khofifah menyebut, Pemprov Jatim telah menyiapkan sebanyak 2.404 vaksinator yang tersebar di 38 kabupaten dan kota. Vaksinator tersebut telah mengantongi sertifikat usai mengikuti pelatihan dalam tujuh angkatan. Selain itu, setiap kabupaten/kota terdapat dua programer.

”Pemprov Jatim telah menyiapkan wadah khusus penyimpanan vaksin berupa cold chain sebanyak 1.860 unit dan vaccine carrier sebanya 8.601 unit dengan suhu tertentu,” kata Khofifah.

Secara khusus, Gubernur Khofifah memerintahkan Kadinkes Jatim untuk memastikan semua sarana dan prasarana dalam kondisi yang masih standar atau ada yang harus diperbaharui.

”Saya ingin semuanya dilakukan verifikasi. Jangan hanya angka, tapi cek kondisi. Karena ini terkait dengan keamanan vaksin,” tutur Khofifah.

Saksikan video menarik berikut ini:



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS