Upaya Ibu Selebriti Dukung Gizi Anak Agar Tak Kekurangan Zat Besi

oleh -58 views


tribunpagi.com – Kekurangan zat besi bisa diintervensi lewat pemenuhan asupan nutrisi yang mencukupi. Pola makan dan asuh itu diterapkan juga oleh para ibu yang juga selebriti seperti Alyssa Soebandono dan Tya Ariestya.

Dalam kampanye Danone Specialized Nutrition Indonesia, para selebriti yang juga seorang ibu tersebut menceritakan upaya mereka agar buah hati mereka tidak kekurangan gizi dan zat besi. Alyssa Soebandono menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak kekurangan zat besi pada anak.

“Saya mengamati secara langsung bagaimana anak berjuang untuk tetap berkonsentrasi ketika belajar, terutama untuk anak-anak saya yang sudah memasuki usia sekolah,” kata istri dari Dude Harlino itu baru-baru ini.

Dengan situasi pembelajaran jarak jauh (PJJ), tantangan anak jadi lebih berat lagi. Maka dari itu, dia selalu mendampingi anaknya, Rendra dan Malik ketika belajar untuk membantu mereka tetap berkonsentrasi. Selain itu, Alyssa juga berusaha menyediakan asupan gizi yang cukup, dan memastikan tidak ada tanda-tanda awal kekurangan zat besi pada mereka.

“Saya bersyukur dengan menjaga asupan gizi dan pendampingan yang penuh perhatian, Rendra dan Malik tetap dapat terus belajar aktif dan memenuhi rasa ingin tahunya meskipun tidak ada kegiatan tatap muka dengan guru dan teman-teman sekolahnya,” kata Alyssa.

Mendukung pernyataan tersebut, Tya Ariestya menceritakan pendapatnya dalam memastikan asupan gizi harian anak. Bagi anak-anaknya yang masih berusia 4 tahun dan 1,5 tahun, ternyata masalah gizi seperti kekurangan zat besi dapat menjadi salah satu penyebab anak lebih pemurung dan pendiam di rumah.

“Padahal, orang tua pasti mengharapkan anaknya tumbuh sehat, supel, dan punya banyak teman. Memberikan Kanaka dan Kalundra makanan dengan gizi seimbang dan mengajak mereka untuk bermain bersama menjadi kiat saya untuk memastikan mereka dapat berkembang dengan baik,” kata Tya.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengajak para orang tua bicara tentang nutrisi lewat platform termasuk kekurangan zat besi dan bagaimana cara mengatasinya, serta berbagai artikel mengenai tips untuk mendukung anak menjadi anak generasi maju.

“Fitur ini diharapkan dapat membantu orang tua mendeteksi kekurangan zat besi pada anak sejak dini dan bagaimana stimulasi yang perlu dilakukan agar dapat mendukung mereka menjadi generasi maju,” kata Arif.

Hal itu dibenarkan oleh Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani. Menurutnya, kekurangan zat besi tidak hanya memiliki dampak bagi pertumbuhan, tetapi juga pada perkembangan anak. Kondisi ini menghambat kemampuan anak untuk berkonsentrasi.

“Padahal jika konsentrasi tidak optimal, maka daya tangkap anak menurun, daya ingatnya kurang optimal, dan rentan mengalami masalah kognitif lain seperti kesulitan menganalisa dan mengambil kesimpulan, sulit memecahkan masalah, dan kurang kreatif,” kata Nina, sapaannya.

Kelak saat memasuki usia sekolah, kata Nina, anak rentan mengalami kesulitan belajar dan saat dewasa rentan jadi sulit bersaing di dunia kerja. Hambatan ini nantinya juga dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri, murung, dan sulit bersosialisasi. Oleh karenanya, menjadi penting bagi orang tua untuk memastikan kebutuhan gizi harian anak terpenuhi.

“Serta senantiasa memberikan stimulasi yang tepat untuk bisa mendorong pertumbuhan anak menjadi anak generasi maju yang berpikir cepat, tumbuh tinggi, tangguh, aktif bersosialisasi, dan percaya diri,” jelas Nina.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS