Satomi The Shibas Kesayangan Hengky Tjoa

oleh -23 views


Shiba inu termasuk jenis anjing yang jarang dipelihara di Indonesia. Anjing dengan raut wajah yang tampak seperti serigala murah senyum itu berasal dari Jepang. Dikenal dengan karakter setia dan ramah seperti dalam film Hachiko.

SETIAP pagi, Hengky Tjoa mengajak Satoshi dan Anami jalan-jalan keliling kompleks rumah. Kadang Hengky menggunakan sepeda supaya Satomi the Shibas (nama geng Satoshi dan Anami) sedikit berlari. Atau sekadar jalan santai bersama. Untuk anjing lincah seperti shiba inu, jalan-jalan bukan hanya dilakukan sekali. ”Sore setelah saya pulang kerja juga ajak mereka jalan-jalan lagi,” ucapnya. Durasinya sekitar 30 menit hingga 1 jam.

Energi shiba inu memang termasuk tinggi. Anjing lincah tersebut harus diajak beraktivitas positif supaya perabot di rumah tak jadi korban. ”Selain itu, untuk menghindari stres,” ucap Hengky. Anjing stres bisa ditandai dengan kebiasaan tidurnya yang terlampau lama.

Anjing shiba inu termasuk anjing yang punya intelegensia tinggi. Jadi, melatihnya beberapa trik justru membuatnya lebih aktif dan tidak stres. Sit, down, roll adalah beberapa perintah yang sudah biasa dilahap Satoshi. ”Berdiri dua kaki belakang, dor, sudah bisa juga nih,” ucap Hengky. Satoshi memang tinggal bersama Hengky sejak usianya dua bulan. Sekarang usia Satoshi mencapai 8 bulan.

Sementara itu, Anami baru bersama Hengky dua bulan terakhir. ”Dia datang dari Jepang, masih butuh penyesuaian,” jawabnya. Anami belum mudah akrab dengan orang baru. Saat didekati, ia cenderung mundur, bersembunyi di balik Hengky atau di balik benda.

Transisi tersebut cukup wajar bagi anjing-anjing impor. Pemilik baru memang harus pelan-pelan membangun kepercayaan satu sama lain. Hengky sendiri membiasakan interaksi-interaksi kecil dengan Anami.

Dengan intelegensia yang tinggi, melatih shiba inu cenderung lebih cepat dibanding anjing jenis lain. Tapi, mereka juga jadi cepat bosan. Latihan harian biasanya hanya 15 menit, kemudian Satomi The Shibas pasti menagih istirahat. ”Kalau di luar, dia akan ngiyup di bawah pohon. Nggak mau panas, nggak langsung datang saat dipanggil,” ucap Hengky.

Setelah istirahat, sesi latihan bisa dilakukan lagi selama 15 menit. Di luar waktu latihan, Hengky tetap membiasakan keduanya dengan perintah-perintah kecil.

Perawatan anjing shiba inu termasuk mudah. Anjing lokal Jepang tersebut bukan tipe anjing yang mudah berkeringat. ”Jadi, nggak mudah bau. Satoshi selama sama saya belum pernah mandi. Ada juga yang setahun baru mandi,” jawab Hengky.

Baca Juga: Tak Ada Berca Lagi di Kolong Tempat Tidur Kami

Pemilik tetap harus rutin mengecek kondisi bulu dan kulitnya, waspada dengan kutu. Shiba inu juga tipe anjing yang suka kebersihan. Jadi, secara natural, mereka sendiri akan menghindari daerah-daerah kotor. Tak suka pula buang air sembarangan.

Shiba inu termasuk pemilih makanan. Pemiliknya harus tahan banting coba-coba menu ini itu. ”Kalau Anami ini termasuk bosanan. Dua hari menu ayam mau, eh di hari ketiga sudah nggak mau,” jawabnya. Kalau sudah begitu, Hengky turun tangan menyuapi Anami. Dia menggunakan daging ayam dan daging kambing untuk menu harian. Kadang Hengky juga mengeringkan potongan daging tipis sebagai snack. ”Jadi, kita sendiri tahu snack ini aman. Karena saya suka polosan tanpa bahan kimia, bumbu dapur, atau penambah rasa lainnya. Bikin bulu bisa rontok,” tegasnya.

SI AKTIF DARI JEPANG

– Dikenal sebagai anjing lincah dan pintar

– Jarang mandi, tapi lingkungan dan kandang harus bersih

– Harus menyisihkan waktu untuk ajak jalan

– Mudah bosan sehingga latihan khusus dilakukan dalam waktu pendek saja

Saksikan video menarik berikut ini:



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS