Relawan Jokowi Sebut Reshuffle Kabinet Jadi Komedi Politik

oleh -18 views


tribunpagi.com – Salah satu pendiri gerbong relawan Bara JP Yayong Waryono mengatakan, mengeluh karena dalam reshuffle kabinet kali ini gerbongnya merasa diabaikan. Ia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan, serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilihnya.

“Kami merasa ada pengabaian terhadap peran relawan yang seolah hanya sebagai pemadam kebakaran dan corong penyampai pesan ke masyarakat. Kami melihat reshuffle jilid I ini menjadi tertawaan masyarakat yang menganggap ini adalah komedi politik, bahkan sampai muncul banyak meme,” kata Yayong, di Jakarta, Rabu (23/12).

Yayong juga menuturkan, jika pihaknya diajak bicara atau diminta masukan, tentu relawan akan memberikan masukan terbaik untuk negara juga untuk Presiden Jokowi. Namun, saat ini yang muncul adalah ada kesan Jokowi sedang dijauhkan dengan para relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019.

“Padahal, Jokowi itu butuh orang-orang yang bukan hanya memiliki kualitas dan kapabilitas, tapi juga integritas dan loyalitas tinggi dan itu hanya dimiliki oleh relawan yang memiliki kecintaan terhadap Presiden Jokowi,” ujar Yayong.

Baca Juga: Prabowo Sudah Restui Sandiaga Uno Jika Dipilih Jokowi Jadi Menteri

Baca Juga: Terawan Diganti Budi, Dekan FK UI: Dunia Kesehatan Butuh Sosok CEO

Yayong bahkan mengklaim, ada relawan-relawan Jokowi yang sebetulnya, memiliki kualitas dan sangat mumpuni dalam bidangnya, bahkan tidak kalah jika dibandingkan kalangan teknokrat. Namun, menurutnya, informasi-informasi ini yang disebut Yayong, kemungkinan tidak sampai ke telinga Presiden.

“Kerja keras kami sama sekali tidak terkait urusan jabatan. Namun jika dipercaya masuk pemerintahan, kami siap dan jangan ragukan kualitas, kapabilitas, dan integritas kami. Semuanya akan kami berikan untuk negara ini juga untuk Presiden Jokowi,” ucap Yayong.

Yayong juga mengingatkan, tidak sedikit relawan yang menghabiskan waktu, tenaga hingga materi untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2019, ungkap Yayong, beberapa relawan ikut menjadi korban penganiayaan oleh oknum tertentu.

Walau merasa diacuhkan, Yayong menegaskan, relawan tidak akan meninggalkan Jokowi dan tetap berkomitmen mengawal pemerintahan. “Sejumlah kementerian masih perlu mendapat perhatian dan dukungan dari sektor jabatan wakil menteri. Kami tetap setia hingga akhir masa pemerintahan,” pungkas Yayong.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS