Rangsang Ekonomi, Pemerintah dan Aplikator Jasa Harus Kerja Sama

oleh -18 views


tribunpagi.com – Pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta mulai menunjukkan peningkatan sedikit demi sedikit. Hal ini tidak lepas dari geliat para aplikator jasa yang kerap menjadi andalan masyarakat untuk meminimalisasi penularan di masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengeluarkan beberapa kebijakan terkait merangsang perekonomian, mulai dari memberikan bantuan dana bagi karyawan formal serta bantuan dana langsung (BLT) bagi pelaku UMKM.

Sayangnya, para pelaku pekerja informal seperti ojek online dan sejenisnya masih belum mendapatkan bantuan secara serius. Mengingat jumlah pekerja informal sangat banyak, para aplikator juga merapatkan barisan dan turut membantu sektor ini juga agar bisa bertahan hingga akhir pandemi yang belum ditemukan titik cerahnya.

Melihat hal ini, salah satu solusi untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah sinergi antara aplikator jasa dan pemerintah. CEO Halojasa Hengky Budiman menilai bahwa para pekerja informal sebetulnya merupakan instrumen penting dalam memajukan ekonomi.

‚ÄúSektor informal seperti jasa cleaning service, jasa service AC, pijat reflexology, serta jasa cuci mobil dan motor ini memiliki potensi market yang besar,” ujar Hengky yang bergerak dalam bisnis layanan lifestyle dalam siaran pers yang diterima tribunpagi.com.

Hengky mengatakan, masa pandemi yang membuat perekonomian morat-marit membuat beberapa layanan jasa memutuskan untuk menutup permanen operasi mereka. Hal ini otomatis membuat ratusan karyawan mereka menganggur.

Tak cuma itu, ribuan mitra mereka juga ikut tidak memiliki naungan penghasilan. Hengky bahkan mengatakan bahwa Halojasa sudah menerima banyak vendor yang tadinya merupakan bagian dari aplikator jasa lain.

“Kami melihat ada peningkatan pada sisi operasional kami, khususnya di bagian penerimaan calon vendor yang sebagian besar berasal dari tempat lain,” ujarnya.

Berkaca dari hal ini, Hengky menuturkan bahwa peran pemerintah untuk terus menyokong kinerja aplikator jasa, yang tentunya bertumpu pada jasa para pekerja informal, sangat dibutuhkan.

“Tenaga informal kita saat ini mencapai 70 juta lebih. Tentu harus jadi perhatian khusus (pemerintah) jika kita ingin meningkatkan stimulus ekonomi,” kata Hengky.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS