Kemendikbud: Asesmen Nasional Diciptakan sebagai Penunjuk Pembelaran

oleh -20 views


tribunpagi.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan pada Maret 2021 mendatang akan melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Adapun, AN sendiri diterapkan sebagai pengganti daripada Ujian Nasional (UN) yang telah ditiadakan.

Namun, penilaian AN bukan menjadi standar kelulusan peserta didik. Melainkan untuk menilai kualitas pendidikan di suatu wilayah setelah para murid mengikuti tes AN.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril menuturkan bahwa AN ini menyasar kepada bagaimana pendidikan dilakukan secara holistik. Jadi, bukan hanya bersifat kognitif, tapi juga karakter hingga emosional karakter.

’’AN ini adalah sebagai penunjuk arah tujuan dan praktek pembelajaran. Kompetensi dan karakter murid adalah sebagai tujuan. AN menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid,’’ terang dia dalam siaran YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Selasa (22/12).

AN sendiri memiliki tiga komponen penilaian, yakni asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar, kata Iwan untuk menggambarkan filosofi pendidikan Indonesia. Dengan begitu, akan terlihat jelas kemampuan murid warga pendidikan.

’’Tujuan AN secara konsep adalah untuk meningkatkan mutu dan asesmen tidak seharusnya hanya dilakukan untuk memantau atau melakukan judgment (penetapan) penilaian kinerja,’’ ujarnya.

AN dirancang untuk menghasilkan sebuah informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar mengajar. Setelahnya, sekolah perlu merancang kembali untuk meningkatkan hasil belajar murid. ’’Ini yang menjadi tujuan utama kita. Jadi bagaimana dia memicu perbaikan kualitas belajar mengajar yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid-murid kita,’’ terangnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS