Kaleidoskop 2020: Tangan Dingin Hansi Flick di Bayern Munchen

oleh -18 views


tribunpagi.com – Tidak ada yang meragukan kehebatan raksasa Jerman Bayern Munchen. Selain tokcer di Liga Jerman, tim ini juga ditakuti di kancah sepak bola internasional manapun. Tahun ini, tepatnya di musim 2019/2020, mereka sukses menjadi treble winner usai menjuarai Liga Jerman, Piala DFB, dan Liga Champions.

Dibalik kesolidan para pemain Munchen, tidak banyak yang menyorot sosok sang pelatih yang menjadi otak di balik semua gelar prestisius tersebut. Dia adalah Hans-Dieter ‘Hansi’ Flick.

Flick boleh dibilang merupakan pelatih yang sukses unjuk gigi di tahun ini. Betapa tidak, dari total 58 pertandingan yang dilakoni Munchen sejak ia duduk di kursi pelatih pada 3 November 2019, mereka mengemas 50 kali kemenangan, 5 kali seri, dan hanya 3 kali kalah.

Bergabung di Munchen pada 1 Juli 2019, nama Flick mungkin belum menggema seperti saat ini. Flick menginjakkan kaki di Munchen untuk menjadi asisten pelatih dari Niko Kovac.

Hengkangnya Kovac pada November 2019 pun membuat Flick mendapatkan promosi untuk menjadi juru taktik Robert Lewandowski dan kawan-kawan. Tak butuh waktu lama, Flick langsung mendapat apresiasi dari manajemen.

Pada Desember 2019, manajemen Munchen mengumumkan bahwa Flick akan terus menjadi pelatih Munchen hingga akhir musim. Serangkaian kemenangan yang diberikan Flick memutuskan manajemen memberikan kontrak baru untuknya hingga 2023.

Di laga pertamanya sebagai pelatih, Flick sukses membawa Munchen menggilas Olympiacos 2-0 di fase grup Liga Champions 2019/2020. Masuk ke fase knockout, sihir Flick semakin menggila. Munchen menghajar Chelsea dengan agregat akhir 7-1 di babak 16 besar.

Bersua dengan jagoan Catalan Barcelona babak perempat final, Flick dan Munchen menyuguhkan sebuah pertandingan yang mungkin akan terus dikenang oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Mereka membabat Barca dengan skor sangat telak, 8-2.

Sukses mempermalukan Barcelona, Flick membawa Munchen mencukur Lyon 3-0 di babak semifinal, sebelum akhirnya mengangkat trofi Liga Champions usai memecundangi Paris Saint-Germain 1-0 di laga pamungkas.

Pencapaian luar biasa ini pun membuat UEFA mengganjar Flick dengan penghargaan sebagai Men’s Coach of The Year.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS