Ekonomi Pulih, AIMS Optimistis Pendapatan 2021 Capai Rp 18,47 Miliar

oleh -22 views


tribunpagi.com – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batu bara, jasa dan investasi PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) optimistis kinerja perusahaan kembali positif tahun depan. Direktur Utama Akbar Indo Makmur Stimec Ramono Sukadis mengatakan, pihaknya akan menggenjot kembali seluruh lini bisnis yang ada.

Ramono memaparkan, terdapat tiga program dan strategi yang tengah disiapkan manajemen untuk 2021. Ini mencakup penyelesaian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) untuk kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara, serta mendapatkan izin sebagai Eksportir Terdaftar (ET).

Upaya berikutnya yaitu dengan menjajaki kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Salah satu tujuan penjajakan ini adalah untuk mendapat pendanaan yang mendukung rencana bisnis AIMS.

Kemudian pada 2021 nanti, AIMS juga berencana menjalin kerja sama dengan pelabuhan Nuansa Sakti Kencana (NSK) untuk mengoptimalkan kinerja bisnisnya. NSK sendiri adalah pelabuhan yang berada di kota Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

“Pelabuhan ini telah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan sebagai terminal khusus pertambangan batu bara sejak 12 Mei 2020 lalu,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (25/12).

Ramono menambahkan, pada kuartal I tahun ini, AIMS telah mengantongi kontrak kontrak kerja sama dengan PT Bumi Petangis (BP) dan PT Ansaf Inti Resources (AIR). Masa kontrak dengan kedua mitra ini akan berlangsung sampai dengan 30 Desember 2020, dengan kuota batu bara sebanyak 22.500 metrik ton.

“Pada kontrak ini, perseroan menetapkan harga jual sebesar Rp 203.909 per metrik ton dan trade margin sebesar Rp 10.000 per metrik ton atau setara 5 persen,” ungkap Ramono.

Pada 7 Desember 2020 kemarin, lanjutnya, pihaknya juga mendapat perpanjangan kontrak bersama BP dan AIR, dengan jangka waktu kontrak 12 bulan. Kontrak yang disepakati mencakup pengangkutan batu bara melalui 12 kapal tongkang, dengan kapasitas 7.550 metrik ton per tongkang.

Nilai harga jual dalam kontrak ini juga sama dengan kontrak yang diperoleh sebelumnya, yaitu Rp 203.909 per metrik ton. Dari sisi aset, perusahaan memiliki aset sebanyak Rp19,13 miliar per 30 September 2020 kemarin.

Pihak manajemen memproyeksikan total aset AIMS tembus Rp 22,34 miliar pada akhir Desember 2022 mendatang. Sedangkan dari sisi pendapatan, AIMS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 3,1 miliar dalam kurun Januari-September 2020. Pihaknya juga telah memproyeksikan bahwa perseroan sanggup mencetak pendapatan hingga Rp 18,47 miliar pada 2021 dan sebesar Rp 36,95 miliar pada pada 2022 mendatang.

 



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS