Benturan Kepala Mengerikan, Dokter Stop Duel, Sabuk Juara Dunia Hilang

oleh -47 views


tribunpagi.com-Jaron Ennis gagal menunjukkan kemampuan bertinjunya dalam pertarungan perebutan sabuk juara dunia reguler kelas welter IBO.

Berhadapan dengan petinju Afrika Selatan Chris van Heerden di Mohegan Sun Arena, Uncasville, Connecticut (20/12), Ennis gagal menjadi juara dunia. Duel Ennis versus Van Heerden tersebut dianggap tidak pernah terlaksana alias no contest.

Alasannya, Ennis dan Van Heerden mengalami insiden yang mengerikan pada ronde pertama. Ketika ronde pembuka sudah menyisakan 20 detik lagi, benturan kepala yang menyeramkan antara Ennis dan Van Heerden membawa dampak sangat buruk. Dahi Van Heerden terkoyak.

Baca Juga: Hadapi Petinju Turki, Cuma 2 Bulan Setelah Merebut Sabuk Juara Dunia

Wasit akhirnya menghentikan pertarungan. Dokter dipanggil untuk naik ke ring dan memeriksa kondisi Van Heerden. Rekomendasi dari dokter dan wasit, laga dihentikan ketika ronde pertama berjalan 2 menit dan 39 detik.

Pertarungan dianggap no contest karena luka yang dialami Van Heerden adalah karena benturan kepala. Bukan karena pukulan.

Dahi Chris van Heerden koyak karena benturan kepala dengan Jaron Ennis. (Amanda Westcott/Showtime via Boxing Scene)

Pada ronde pertama itu, Ennis terlihat sangat menjanjikan. Dalam 2,5 menit pertarungan, Ennis menunjukkan kualitasnya sebagai petinju dengan teknik yang baik dan punya power besar. Satu lagi, Ennis memiliki pukulan yang variatif. Dia mampu mengincar beberapa bagian lawan yang legal secara akurat.

Di sisi lain, Van Heerden memiliki pertahanan yang baik. Dia berhasil menghindar dan mengantisipasi serangan-serangan Ennis dengan solid.

Sejatinya, pertarungan ini berjalan dengan seru. Sayang sekali cedera Van Heerden menghentikan duel ketika umur pertarungan masih sangat muda. Kedua petinju mengaku tidak bahagia dengan fakta tersebut.

“Kepala saya baik-baik saja,” ucap Ennis sebagaimana dilansir USA Today. “Saya tidak bisa berkomentar apapun sekarang, namun saya merasa baik-baik saja. Sebelum benturan kepala itu, saya sebetulnya berhasil membuat kepalanya koyak. Saya merasa sangat kuat. Saya juga tahu kalau dia siap untuk bertarung. Saya merasa semakin baik dan semakin baik. Sekarang yang akan saya lakukan adalah kembali ke gym,” imbuhnya.

“Seperti yang kalian lihat pada ronde pertama, saya berhasil mendominasinya dengan mudah. Saya merasa semua orang tidak memperhitungkan saya. Padahal saya sangat siap melawan siapa saja. Bawa kepada saya nama-nama besar yang ada,” koar Ennis.

Ennis menegaskan bahwa Van Heerden bukan lagi ancaman yang harus dia takuti. Petinju berusia 23 tahun asal Philadelphia itu merasa bahwa dia bisa mengalahkan petinju kelas welter manapun yang ada di dunia ini.

“Saya sangat lapar menyambut 2021. Pada saat itu, saya yang akan menjadi juara dunia,” kata Ennis.

Hasil no contest ini membuat catatan luar biasa Ennis yakni 16 kemenangan KO secara beruntun terhenti. Secara total, Ennis bertarung sebanyak 27 kali. Dia menang 26 kali (24 menang KO) dan satu laga berakhir no contest.



Berita ini telah tayang di Situs JAWA POS